post image
KOMENTAR
Persiapan pesta pernikahan putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dengan Selvi Ananda hingga diatur langsung oleh Mensesneg Pratikno sangat berlebihan.

Pasalnya, masih banyak persoalan negara yang lebih penting yang harusnya bisa diurus oleh Mensesneg selain menjadi panitia hajatan.

Demikian diungkapkan Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (27/5).

"Rapatnya saja digelar di gedung Setneg, kalau menggunakan anggaran pribadi Jokowi sih sah-sah aja. Pertanyaannya apa mungkin rapat Sesneg tersebut tidak menggunakan anggaran negara?" tegas Jajat.

Ia menilai, belum hilang dalam ingatan rakyat kejadian beberapa waktu yang lalu ketika Jokowi menghadiri proses wisuda anaknya di Singapura dengan menggunakan pesawat kelas ekonomi dengan alasan karena urusan keluarga. Sebaliknya, proses persiapan pernikahan anaknya yang jelas merupakan acara keluarga kenapa harus melibatkan Setneg dan menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan keluarga.

"Kalau masih menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi sebaiknya Jokowi tidak perlu bersusah payah dengan melakukan pencitraan berlebihan seolah-olah adalah seorang yang sederhana," tutup Jajat.

Selasa (26/5) malam di Kantor Setneg Jakarta, Mensesneg Pratikno memimpin rapat terkait berbagai persiapan pernikahan Gibran Rakabuming Raka dengan Selvi Ananda. Salah satu yang diundang dalam rapat, Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, menjelaskan, rapat itu menentukan mengenai tamu yang akan hadir dalam resepsi pernikahan nanti. [hta/rmol]

Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Tingkatkan Keterampilan Menulis Bahasa Inggris Siswa SMK YAPIM Biru-Biru

Sebelumnya

Kegiatan Pengabdian FKM USU Sosialisasi Pemberdayaan Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) Melalui Inovasi Healthy Coconut Balm Untuk Meredakan Nyeri Haid Secara Alami Dan Pembentukan Komunitas Srikandi Bahari

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Peristiwa