Demikian dikatakan Anggota DPD RI asal Riau, Intsiawati Ayus pada diskusi Forum Senator untuk Rakyat (FSuR) bertema 'Janji Nawacita: Membangun dari Pinggir atau Sangkut di Bibir' di Bakoel Kaffe, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (14/6).
Pembicara lainnya Laksda TNI Untung Suropati (Lemhanas) Despen Ompusunggu (Partai Nasdem) Peter Kasenda (Sejarawan) dan Ray Sahetapy (Aktor Captain America).
Menurut Ayus, membangun Indonesia dari pinggir dimaknai membangun dimulai dari desa. Dan program Nawacita pemerintah memperkuat daerah, terutama desa. Dan pada akhirnya, program itu memperkuat negara kesatuan.
Namun menurut dia, dalam membangun desa dikhawatirkan masih ada intervensi pemerintah pusat. Sebab selama ini pembangunan di desa masih sebatas pembangunan semu.
Desa mandiri misalnya kata Ayus selama ini diawali dari kreatifitas lokal. Makanya pihaknya khawatir dengan dana alokasi pembangunan desa yang nilainya cukup besar yaitu Rp 1 milar per desa, menjadi ajang korupsi oleh kepala desa.
"Saya justru khawatir dana desa itu bukan untuk pemberdayaan tapi untuk konsumtif dari kepala desa. Pasalnya mereka lah yang mengelola dana bantuan desa tersebut," kata Ayus dari daerah pemilihan Riau ini.
Dia menegaskan dana desa sebesar itu akan menjadi masalah sebab kepala desa di Indonesia rata-rata berpendidikan rendah antara SD dan SMP. Bahkan KPK saja ujar dia melihat ada celah terjadinya tindak pidana korupsi.
"KPK menegaskan sangat terbuka celah terjadinya tindak pidana korupsi," demikian Ayus. [hta/rmol]
KOMENTAR ANDA