Demikian disampaikan Eurofighter Head of Industrial Offset, Martin Elbourne, saat berbincang dengan wartawan di Grand Hyatt Hotel, Jakarta, Kamis (6/8)
Menurut Martin, Eurofighter sendiri siap untuk memberikan penawaran berupa alih teknologi jika pemerintah memakai produknya untuk mengganti pesawat tempur milik TNI AU yang sudah tua. Alih teknologi yang akan dilakukan diantaranya adalah perakitan pesawat Eurofighter typhoon. Hal ini akan dilakukan dengan PT Dirgantara Indonesia (DI).
Selain itu, Martin juga mengatakan pihaknya akan melakukan pelatihan pilot jet tempur bagi penerbang Indonesia.
"Ini adalah tawaran menarik dan bisa membuat industri pesawat di Indonesia naik ke level yang lebih tinggi. Ini menguntungkan kedua belah pihak," klaim Martin
Martin pun menambahkan keunggulan pesawat jet tempur Typhoon tersebut jika nanti jadi dibeli Indonesia, yakni punya daya jelajah yang lebih tinggi dibanding pesawat jet tempur lainnya, termasuk saingan Eurofighter seperti Sukhoi SU 35 buatan Rusia, F16 buaran Lockheed Martin asal Amerika Serikat, Dassault Rafale buatan Perancis, hingga Gripe buatan Saab AB asal Swedia.
"Dari sisi operasionalnya, Eurofighter bisa menjangkau jarak yang lebih tinggi, lebih cepat, susah dilacak dan membawa lebih banyak senjata dari jet tempur lainnya. Dia bisa beegerak lebih tinggi, cepat, bermanuver lebih cepat karena punya dua mesin. Itu kuncinya," kata Martin
Martin juga menegaskan pesawat yang dibuat perusahaan empat negara Eropa itu lebih hemat bahan bakar dibanding kompetitornya tadi.
"Kita lebih hemat bahan bakar, dan lebih efisien. Ini cocok untuk mengontrol laut Indonesia yang sangat luas,"kata Martin
Begitupun jika bicara soal harga. Martin yakin harga pesawat tempur milik perushaannya akan kompetitif dibanding pesawat tempur lainnya. Walaupun nanti ternyata lebih tinggi, tapi Eurofighter bisa memberikan garansi selama 30 tahun bebas biaya perawatan.
"Kita menawarkan whole cycle cost (biaya siklus seluruhnya), dalam 30 tahun," demikian Martin
Eurofighter adalah pesawat tempur swing-role generasi baru tercanggih yang tersedia di pasar dunia buat empat negara Eropa . Tujuh negara (Jerman, Inggris, Italia, Spanyol, Austria, Arab Saudi dan Oman) telah memesan Eurofighter. Eurofighter saat ini merupakan program pengadaan militer terbesar di Eropa.
Kecanggihan teknologi Eurofighter memperkuat posisi industri kedirgantaraan Eropa dalam pasar internasional. Melalui program tersebut, lebih dari 100 ribu pekerjaan di 400 perusahaan telah tercipta. Eurofighter Jagdflugzeug GmbH mengelola program tersebut mewakili perusahan-perusahaan mitra Eurofighter: Alenia Aermacchi/Finmeccanica, BAE Systems serta Airbus Defence and Space di Jerman dan Spanyol, yang merupakan perusahaan-perusahaan kedirgantaraan terpenting di Eropa.
Sejak pengiriman Eurofighter yang pertama untuk Royal Air Force di Inggris pada akhir 2003, saat ini sudah lebih dari 440 pesawat sudah dikirimkan ke enam negara, dengan lebih dari 300 ribu jam terbang yang telah dicapai. [hta/rmol]
KOMENTAR ANDA