Saat ini pihaknya sedang melakukan evaluasi total terkait situs tersebut. Evaluasi meliputi proses perbaikan, keamanan dan tampilan website hingga nama situs.
"Tampilan yang dikatakan mirip Obama, kita ubah, dan kemarin dikritik kenapa gunakan alamat go.id. Itu juga diubah hanya menggunakan .id saja. Semuanya telah masuk perbaikan," ungkapnya saat ditemui usai acara seminar LPSK di Hotel Aryaduta, Jakata Pusat, Selasa (15/9).
Dia mengakui bahwa masyarakat terus menantikan website revolusi mental yang menjadi jargon pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Dia menjamin setelah proses evaluasi dalam waktu 10 hari sampai 14 hari ke depan, website tersebut akan kembali.
"Ternyata publik sangat memperhatikan website ini. Karena itu kami mohon maaf dan menjadikan pelajaran bahwa publik tengah menanti. Insya Allah dalam 10 hari atau paling lama dua minggu lagi, website ini akan kembali. Kalau tanya seperti apa, kita tunggu saja," pungkas Sugihartatmo.
Website revolusi mental yang diluncurkan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, sempat menuai kontroversi. Anggaran persiapan yang dialokasikan maksimal Rp200 juta tersebut sebanding dengan dana pembangunan desa sebesar Rp200 hingga Rp300 juta per Desa selama setahun. [zul]
KOMENTAR ANDA