Demikian dikatakan Ketua Komisi VIII Saleh Partanoan Daulay yang sedang berada di Mekkah.
"Sekarang setiap negara kan kuotanya dikurangi 20 persen. Secara logis, ini bukan karena over capacity," ujarnya saat dihubungi redaksi, beberapa saat lalu (Kamis, 24/9).
"Ada faktor lain yang masih kita gali informasinya," sambung Saleh.
Dia mencontohkan, empat tahun lalu jumlah jemaah haji lebih besar dengan kuota penuh setiap negara. Namun begitu tidak terjadi kecelakaan seperti saat ini.
Sementara itu, kepanikan saat proses melempar jumrah dan menimbulkan kecelakaan ini bukan kali pertama menelan korban jiwa. Di era 1980an dan 1990an, ratusan jemaah tewas saat melewati terowongan Mina.
Di tahun 2006, kepanikan dalam prosesi ini menewaskan setidaknya 363 jemaah. [hta]
KOMENTAR ANDA