"Kalau sudah memungkinkan para siswa sudah dapat masuk sekolah kembali," katanya sesaat lalu, Selasa (27/10).
Selain menetapkan batas libur sekolah akibat asap, Anton juga mendesak agar Pemko Medan memiliki inisiatif dalam memberi penjelasan kepada masyarakat mengenai dampak dari kabut asap yang sangat mengganggu tersebut. Penjelasan ini sangat penting agar menjadi sumber pembelajaran bagi masyarakat untuk peduli kesehatan. Kebijakan yang diambil Pemko Medan dengan meliburkan anak sekolah menurutnya sudah tepat. Akan tetapi hal tersebtu harus dibarengi dengan pengetahuan masyarakat tentang bahaya asap.
"Tingkat bahaya asap sampai dampak serta pencegahan penyakit itu harus disampaikan kepada masyarakat," ujarnya.
Meski mengapresiasi kebijakan meliburan sekolah, namun anggota dewan dari Dapil Medan 4 ini mengritik waktu pengumuman yang kurang pas dimana Pemko Medan mengumumkan libur pada Jumat (23/10) sore lalu. Hal ini membuat masyarakat tidak mengetahui bahwa sejak Sabtu (24/10) sudah muncul kebijakan meliburkan sekolah karena gangguan asap. Ia berharap hal serupa tidak terjadi saat pengumuman masuk sekolah nantinya.
"Penyampaiannya jangan sore hari dan harus terkoordinasi, agar smua masyarakat mengetahui secara pasti dan jadwalnya diketahui dengan mudah," demikian Anton.
Pantauan pagi ini, Selasa (27/10) asap yang menyelimuti Medan lebih tipis dibanding hari sebelumnya. Hujan yang mengguyur Medan dalam beberapa hari terakhir disinyalir sebagai penyebabnya.[rgu]
KOMENTAR ANDA