Tiba di areal kompleks pesantren milik keluarga Gus Dur itu, menggunakan kemeja putih dan berdasi merah, Rizal pun langsung mengambil wudhu dan bertemu dengan pengurus pesantren di kediaman Solahuddin Wahid (Gus Solah). Usai berbincang Rizal pun langsung menuju ke makam Gus Dur.
Usai berdoa, Rizal pun langsung mengaku terharu. "Makamnya sederhana banget ya," ujar Rizal singkat dan kemudian berkeliling mendoakan makam ayahanda Gus Dur, Wahid Hasyim dan kakeknya Hasyim Asy'ari.
Selesai ziarah, Rizal pun mengungkapkan jika hidup sederhana Gus Dur yang juga tercermin lewat tempat peristirahatannya itu, harus dijadikan suri tauladan bagi anak bangsa. Rizal mengatakan biasanya, tokoh-tokoh besar memiliki makam yang megah dan monumental.
"Tapi Gus Dur setia pada hidup sederhananya. Hati dan sifatnya bersahaja. Tidak mau megah dan monumental. Tapi terbukti sampai hari ini Gus Dur tetap di hati orang Indonesia, tiap hari orang datang berziarah. Jadi idola terutama golongan menengah ke bawah," urai Rizal yang pernah menjabat Menko Perekonomian di era Gus Dur.
Rizal menambahkan selain menjadi idola warga Nadhlatul Ulama (NU), Gus Dur pun dianggap sebagai wali yang ke-10 di Indonesia.
"Semua menghormati Gus Dur bukan dari kemegahannya. Tapi pikiran dan cita-cita Gus Dur," tukas Rizal yang kemudian diungkapnnya kembali di hadapan ratusan wisudawan Unwahas. [hta/rmol]
KOMENTAR ANDA