post image
KOMENTAR
Masyarakat Desa Hamparan Perak Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang mengeluhkan infrastruktur dan listrik yang tidak pernah menjadi perhatian pemerintah setempat. Padahal, desa tersebut masuk ke dalam program GDSM dan Deli Serdang Berseri.

Karena itu melalui Forum Masyarakat Peduli (Formad) Hamparan Perak meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Deli Serdang, agar dapat memperhatikan keluhan masyarakat di desa yang berbatasan dengan Desa Terjun Kecamatan Medan Marelan ini.

"Jangan hanya menampung hasil bumi, seperti pertanian dan peternakan saja, tetapi mengabaikan kepentingan masyarakat yang lain, terutama infrastruktur dan listriknya," tegas Ketua Formad Hamparan Perak Oka Hatta, Jumat (22/1).

Dikatakannya, masyarakat di Desa Hamparan Perak ini berharap agar sentuhan bangunan itu merata, yakni dengan dilakukannya pembebasan jalan, seperti Jalan Pekong dan Jalan P Usnan. Selain itu, petani juga berharap agar dilakukan penimbunan dan pemerataan jalan. Karena, jalan tersebut merupakan jalan alternatif dan jalan umum masyarakat untuk beraktifitas dalam membawa hasil bumi milik mereka.

"Selama ini masih melalui swadaya masyarakat yang bergotong royong membuka jalan dan menimbun jalan agar dapat dilalui. Jalan tersebut masih berupa jalan tanah," katanya.

Padahal, lanjut Oka, jalan perbatasan antara Hamparan Perak dan Kota Medan sudah tersentuh, namun mengapa jalan ke arah pedesaan malah tidak diperhatikan.

"Hasil bumi di desa ini begitu banyak, dan pemerintah sering mengambil hasil bumi dari sini, tetapi infrastruktur dan listrik malah tidak disorot. Kita harap ada perhatian pemerintah ini," ucapnya dengan nada heran.

Dalam hal ini, ungkap Oka, masyarakat dan Formad akan segara menggelar aksi damai ke Kantor BUPATI & DPRD Deli Serdang untuk menyampaikan aspirasi mereka tentang inpastruktur yang belum ada perbaikan atau belum diaspal tersebut.

Selain itu, tambah Oka, Formad juga meminta kepada PLN agar memasangkan tiang listrik yang baru. Karena selama ini listrik sering "ngedrop" disebabkan arusnya yang kurang. Terutama menjelang malam hari, sehingga menyebabkan kesulitan bagi masyarakat dan anak-anak usia sekolah.

"Kita minta ada keperdulian PLN agar menambah daya dan membangun tiang listrik baru di desa tersebut, karena untuk tiang listrik pun atas swadaya masyarakat juga, dengan menggunakan kayu dan besi. Sedih mendengar keluhan masyarakat ini," ungkapnya. [hta]

KOMENTAR ANDA