post image
KOMENTAR
Rencana pemerintah melakukan penundaan pembukaan lahan sawit baru dinilai kurang tepat. Kebijakan moratorium justru akan menciptakan pengangguran baru di Indonesia.

"Industri sawit mulai dari hilir sampai hulu berupa pembuatan minyak kelapa sawit (CPO) menyerap lapangan kerja yang besar. Moratorium akan menimbulkan masalah baru yaitu hilangya pekerjaan bagi jutaan orang," kata Analis Politik & HAM Labor Institute Indonesia, Andy William Sinaga, Senin (18/4).

Selain itu, kata Andy, industri perkebunan kelapa sawit juga dapat mendorong pergerakan ekonomi daerah. Oleh karenanya dia meminta pemerintah memikirkan kembali rencana moratorium lahan sawit.

Dari catatannya, penyerapan tenaga kerja kelapa sawit sejalan dengan perluasan lahan yang tertanami sawit. Saat ini luas perkebunan kelapa sawit  mencapai lebih dari 10 juta hektare, dimana 41% diantaranya adalah perkebunan rakyat. Pengusahaan kelapa sawit kini menyerap lebih dari 4,5 juta tenaga kerja di sektor on farm atau perkebunan kelapa sawit.

"Penyerapan tenaga kerja akan terjadi lebih besar lagi jika tenaga kerja di sektor off farm atau pengelolahan dan jasa agribisnis kelapa sawit dimasukkan. Belum lagi para petani plasma yang hidup dari perkebunan kelapa sawit justru akan kehilangan mata pencaharian," ulas dia.[hta/rmol]

Emas Naik Diatas $5.200 Per Ons, IHSG Dibuka Di Zona Hijau

Sebelumnya

Aktivitas Pengiriman Terus Bertumbuh, Lion Parcel Perkuat Infrastruktur dan Layanan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Ekonomi