post image
KOMENTAR
Humas Pusat PT KAI Agus Komarudin menegaskan, PT KAI tidak pernah membuka perekrutan pegawai melalui situs kecuali resmi atau email apapun.

Ini dipastikan Agus menanggapi pesan berantai yang ramai di sejumlah aplikasi dalam beberapa hari terakhir.

"(Pesan) Itu berindikasi palsu atau modus penipuan! Segala tahapan perekrutan resmi PT KAI, mulai dari pengumuman hingga pengiriman berkas hanya dilakukan melalui website resmi PT KAI, yakni www.rekrut.kereta-api.co.id," terang Agus kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (7/5).

Menurut Agus, setiap pelaksanaan perekrutan pegawai PT KAI juga tidak dikenai biaya apapun alias gratis.

Ia pun mengimbau, masyarakat lebih waspada terhadap segala upaya penipuan dengan modus penerimaan pegawai.

"Masyarakat diharapkan lebih jeli dan teliti bila mendapatkan pesan berupa pengumuman perekrutan pegawai," imbaunya.

Terkait tindak lanjut pihak PT KAI atas pesan berantai itu, Agus menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib.

"Jika memenuhi unsur pidana, itu sudah masuk ke ranah hukum. Kita serahkan ke pihak berwajib untuk menindaklanjuti," tutur Agus.

Beredar luas pesan berantai melalui berbagai media sosial dan aplikasi perpesanan tentang perekrutan yang mengatasnamakan PT KAI.

Dalam pesan berantai tersebut, disebutkan bahwa perekrutan dibuka untuk posisi administrasi, tenaga operasional, pemeliharaan sarana dan prasarana, operator mesin perawat jalan rel. Termasuk juga perekrutan posisi calon masinis dengan tawaran penghasilan berkisar Rp 3,3 - 8,8 juta per bulan dan uang makan serta transportasi sebesar Rp 47 ribu per hari.

Pelamar kerja yang berminat dapat mendaftar dengan cara mengirimkan berkas lamaran meliputi surat lamaran, daftar riwayat hidup, fotokopi ijazah, transkrip, dan kartu tanda penduduk, serta pasfoto 4 x 6 melalui surat elektronik ke alamat recruitment.keretaapi@gmail.com.

Pantauan yang ada, hingga kini pesan berantai itu masih disebar.

"Jika sudah menerima (pesan berantai), sebaiknya tidak meneruskan atau menyebarkan pesan tentang pengumuman rekrutmen PT KAI yang terindikasi palsu," pungkasnya.[hta/rmol]


Komunitas More Parenting Bekerja Sama Dengan Yayasan Pendidikan Dhinukum Zoltan Gelar Seminar Parenting

Sebelumnya

Sahabat Rakyat: Semangat Hijrah Kebersamaan Menggapai Keberhasilan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Komunitas