Dimana, menurut Ramli Azis, dalam peralihan masa kekuasaan, Megawati telah mengorbankan dirinya sendiri untuk dikutuk sejarah.
"Bisma sengaja memilih kalah hanya untuk memberi jalan kemenangan pada Pandawa," kata Ramli Azis kepada MedanBagus, Kamis (22/9).
Keputusan Megawati mengangkat seterunya itu sebagai ujung tombak kemenangan di perang Pilkada DKI kali ini, menurut Ramli sungguh keputusan berat yang tak mudah dilakukan banyak orang.
"Sebelumnya, Ahok sempat menaruh antipati kepada semangat parpol di Indonesia yang mengedepankan kekuatan modal. Namun entah bagaimana, Ahok yang sebelumnya terang-terangan untuk maju di Pilkada DKI lewat jalur independen akhirnya memutuskan bergabung di PDIP, partai asuhan Bu Mega," lanjut Ramli.
Peristiwa politik ini, lanjut Ramli, merupakan isyarat akan adanya perulangan sejarah.
Menurut tokoh spiritual ini, apa yang dilakukan Megawati hari ini pernah dilakukan Soekarno saat membuka jalan kekuasaan bagi Soeharto lewat peristiwa 1965.
"Soekarno sengaja menenggelamkan dirinya dan memberi jalan ke Soeharto untuk tetap abadinya NKRI. Lewat peristiwa goro-goro. Tradisi ini terwarisi kesatu generasi ke generasi berikutnya. Semua cerita sudah diselesaikan sebelum dipentaskan," demian Ramli Azis. [hta]
KOMENTAR ANDA