post image
KOMENTAR
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, terus menerus melakukan deregulasi dan reformasi kebijakan sektor kelautan selama dua tahun terakhir.

Pembangunan yang berkelanjutan diusahakan Susi untuk mewujudkan visi dan misi pemerintah menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dan menjadikan laut masa depan bangsa.

"Selama 70 tahun energi kita terkonsentrasi di darat. Kita melupakan laut kita," kata Susi dalam Forum BUMN di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (3/11).

Sementara ini, lanjut Susi, kekayaan laut Indonesia terus dicuri oleh negara-negara tetangga. Karena itu pemerintah memulai kebijakan pemberantasan Illegal, Unreported, and Unregistered (IUU) Fishing.

Fokus Kementerian Kelautan dan Perikanan adalah mewujudkan sovereignty (kedaulatan) sumber daya alam Indonesia sebagai pemilik laut terluas terbesar nomor dua di dunia.

"Laut harus menjadi bagian paling penting dari kita. Laut masa depan bangsa, bukan untuk satu generasi, tapi untuk cucu cicit kita terus menerus," tegas Susi.

Hal itu juga yang kemudian melatarbelakangi dia melakukan extreme measures dalam penanganan IUU Fishing, yakni mengambil alih pemberantasan dengan cara penenggelaman kapal yang terbukti mencuri di laut Indonesia.

Selain pemberantasan IUU Fishing, Susi juga menginginkan agar anak-anak Indonesia gemar makan protein ikan. Sensus menunjukkan dalam 10 tahun terakhir ada satu dari tiga anak Indonesia lahir dalam kondisi kerdil karena kurang asupan protein.

"Konsumsi ikan nasional rendah. Kita ingin 10 tahun ke depan konsumsi ikan meningkat. Pemberantasan IUU Fishing memberikan satu landasan untuk meningkatkan konsumsi ikan," katanya. [hta/rmol]

Komunitas More Parenting Bekerja Sama Dengan Yayasan Pendidikan Dhinukum Zoltan Gelar Seminar Parenting

Sebelumnya

Sahabat Rakyat: Semangat Hijrah Kebersamaan Menggapai Keberhasilan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Komunitas