post image
KOMENTAR

Indonesia masuk dalam 10 besar negara yang menghasilkan Unicorn terbanyak tahun 2018. Data ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan saat membuka acara Archipelagic and Island States (AIS) Startup and Business Summit 2019 yang dilaksanakan di Manado, Sulawesi Utara, Kamis (31/10).

Ia sangat yakin ekonomi rintisan di bidang ekonomi digital akan terus berkembang mengingat Indonesia merupakan negara dengan pengguna smartphone dan internet yang terbesar di dunia.

“Usaha rintisan di bidang digital akan menjadi penggerak ekonomi dunia di masa depan. Ada dua alasan mengapa peluang ini di Indonesia yakni pertama Indonesia memiliki 171 juta pengguna internet dan 130 juta pengguna smartphone adalah peluang bagi ekonomi digital. Alasan kedua, ada ribuan bahkan jutaan produk kreatif Indonesia menunggu untuk dikelola sebagai produk digital,” kata Luhut.

Atas munculnya berbagai usaha berbasis digital yang masuk dalam kategori Unicorn tersebut, Luhut mengaku sangat berbangga. Hal ini harus lebih ditingkatkan mengingat di beberapa negara lainnya, jumlah ini sudah sangat jauh lebih banyak.

“Indonesia masih jauh tertinggal dari Tiongkok, yang memiliki 206 unicorn, Amerika Serikat punya 203, India memiliki 21 unicorn, Inggris punya 13. Indonesia punya empat, Gojek, Tokopedia dan Bukalapak tapi saya optimistis angka ini bisa terus meningkat,” katanya.

Dalam forum ini, Luhut berharap mampu membuka peluang kerjasama yang dapat membuat start up di negara-negara peserta AIS untuk maju dan berkembang.

“Kita tunjukkan kepada teman-teman kita negara AIS untuk melihat bahwa Indonesia ini sedang berkembang, kalian juga bisa ajak startup-startup muda untuk melakukan ini,” tandasnya seperti keterangan Humas Kemenko Kemaritiman dan Investasi. [dar]

PTI Sumut Apresiasi Langkah Bulog Beli Gabah Petani

Sebelumnya

Selamat, JNE Medan Raih 4 Penghargaan di Indonesia Marketeers Festival 2020

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Ekonomi