post image
KOMENTAR

Penggundulan rambut ketiga orang tersangka kasus susur sungai yang mengakibatkan tewasnya 10 siswa SMPN 1 Turi banyak menuai kecaman terutama dari kalangan guru.

Tanggapan negatif juga datang dari salah satu Tokoh Muda Asahan, Muhammad Tohir Siregar yang menilai penggundulan tersebut merupakan hal yang berlebihan.

“Penggundulan yang diekspos ke publik tersebut telah menciderai dan merendahkan kehormatan seorang guru dan terkesan tebang pilih dalam menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP),” ujarnya kepada Kantor Berita RMOLSumut, Rabu (27/2) malam.

Menurutnya tidak ada SOP tertulis dalam aturan kepolisian untuk melakukan penggundulan terhadap tersangka.

“SOP tertulis tak ada, itu termasuk SOP yg tak tertulis yg sudah menjadi kebiasaan Polisi yg bertujuan sebagai efek jera bagi orang-orang kecil yg melakukan kesalahan, lain kalau Koruptor karena mereka bukan orang kecil,” ujar Tohir yang juga merupakan kepala sekolah salah satu SMP Swasta di Kisaran, Asahan.

Tohir berharap agar kepolisian tidak tebang pilih dalam menangani kasus-kasus yg terjadi

“Saya berharap pihak kepolisian lebih bijaksana dan tidak tebang pilih sesuai dengan lambang keadilan dengan filosofi seseorang yg memegang timbangan yg sama rata dan dengan mata tertutup,” pungkasnya.

Paskibra Sumut 2020 Dikukuhkan, Upacara HUT RI Akan Digelar di Halaman Kantor Gubernur

Sebelumnya

Pergub Sudah Berlaku, Tak Pakai Masker Kena Sanksi

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Peristiwa