post image
KOMENTAR

Tradisi penyambutan dipastikan tidak akan dilakukan terhadap pasangan Peaveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang berhasil menjuarai All England. Hal ini karena kemenangan mereka di ajang All England 2020 berbarengan dengan wabah virus corona yang mulai menyerang Indonesia.

Ini tentu terdengar miris, tetapi itulah keputuan yang telah diambil PBSI. Praveen/Melati mengibarkan bendera Indonesia usai menaklukkan duet Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai di stadion di Birmingham Arena. Mereka dijadwalkan tiba di tanah air pada Selasa (17/3) hari ini.

Begitu datang, mereka harus masuk karantina selama 14 hari dan sementara ini memisahkan diri saat menjalani sesi latihan.

“Pemain yang baru pulang dari Inggris akan dapat program latihan khusus selama masa isolasi mandiri. Untuk jadwal dan pengaturannya masih kami diskusikan,” kata Sekretaris Jenderal PP PBSI, Achmad Budiharto dalam keterangannya, Senin (16/3).

Dalam riisnya, PBSI bakal memperketat aturan di kawasan pelatnas. Para pemain dilarang keluar kecuali ada urusan yang sangat penting. Selain itu mereka harus mengantongi izin dari pelatih serta tim dokter PBSI. Khusus yang ikut kejuaraan All England, mereka bakal menggunakan fasilitas terpisah.

PBSI juga akan menentukan SOP penggunaan ruang gym, termasuk pengaturan jadwal latihan dan sterilisasi ruangan serta alat fitness menggunakan disinfektan.

Yayasan BAITUL MAAL PLN Wilayah SUMUT Hadirkan Bakti Sehat Untuk Negeri Di 10 Kecamatan Kota Medan Terdampak Banjir

Sebelumnya

Majelis Telkomsel Taqwa Hadirkan Senyuman Anak Pulau Melalui Khitanan Massal Gratis

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Peristiwa