Rabu, 24 Agustus 2016 , 18:41:00 WIB

Rizal Ramli: Rakyat Takut Menyatakan Kebenaran, Indonesia Seperti Jerman di Era Hitler

Rizal Ramli dielukan warga korban penggusuran Jakarta saat ia hadir di acara deklarasi Rumah Amanah Rakyat di kawasan Gondangdia, Jakarta, tadi siang (Rabu, 24/8).

Selain Rizal, hadir dalam deklarasi Rumah Amanah Rakyat itu antara lain mantan Menkopolhukam, Tedjo Edhi; Mantan Panglima TNI, Djoko Santoso; mantan Mensesneg, Yusril Ihza Mahendra; mantan Ketua KPK, Taufiqurrahman Ruki; adik almarhum Gus Dur, Lily Wahid, dan sejumlah tokoh aktivis pergerakan politik.

Ketika diminta berpidato, mantan Menteri Koordinator bidang Maritim ini sempat dikejutkan teriakan seorang warga.

"Ayo rajawali terbang tinggi," seru seorang warga korban penggusuran yang belakangan diketahui dari kampung Aquarium, Penjaringan, Jakarta Utara. Aksi itu mendapat sambutan riuh dari hadirin lainnya.

Anggota Panel Ahli Perserikatan Bangsa Bangsa ini sempat tersenyum menanggapi aksi warga itu. Kemudian ia memulai pidato singkat.

Rizal memulai dengan menyuguhkan gambaran bangsa Jerman yang merupakan bangsa besar, bangsa yang mengerti filsafat, sangat religius, bangsa cerdas, dan bangsa yang lembut karena sangat mengerti musik serta bangsa yang sangat rasional.

"80 persen ahli filsafat dunia dari Jerman, komposer-komposer terkenal dari Jerman, mereka sangat religius, tiap hari ke Gereja. Tapi kok bisa dikalahkan seorang kopral bernama Hitler," ujar Rizal.

"Jawabannya karena mereka tidak berani menyatakan kebenaran," sambung Rizal.

Rizal kemudian menyimpulkan kemiripan bangsa Jerman di masa kepemimpinan Hitler dengan bangsa Indonesia saat ini. Bangsa Indonesia memiliki common sense yang baik, berbudi dan taat beragama.

"Tapi kok bisa Indonesia akhirnya dikuasai oleh orang-orang yang bertentangan dengan nilai-nilai kerakyatan? Karena kita tidak berani menyatakan kebenaran," tegas Rizal.

Berdirinya Rumah Amanah Rakyat, lanjut Rizal, adalah simbol keberanian rakyat untuk menyampaikan kebenaran.

Ia pun menantang masyarakat Indonesia untuk berani menyampaikan kebenaran dengan segala risikonya.

"Katanya revolusi mental. Apa sih? Janji-janji doang, jampi-jampi doang? Kita gunakan apa yang kita miliki dengan segala risikonya," ujar Rizal. [hta/rmol]






 


Comments