post image
KOMENTAR
Walau belum resmi dilantik, kepengurusan DPD Partai Golkar Sumatera Utara 2016-2021 sudah menunjukkan kinerjanya. Salah satu kinerja yang dilakukan oleh DPD Partai Golkar Sumut adalah studi banding ke Rumah Kompos dan Bank Sampah di Belawan, Medan Selasa (27/9).

Studi banding tersebut dilakukan oleh Bidang Koperasi dan UMKM DPD Partai Golkar Sumut yang diketuai oleh Budi Ristianto. Ia mengatakan studi banding tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung proses dan manajemen Rumah Kompos dan Bank Sampah agar DPD Partai Golkar Sumut dapat memfasilitasi diterapkannya hal serupa di banyak tempat di Sumatera Utara.

"Rumah Kompos dan Bank Sampah ini kan salahsatu solusi persoalan lingkungan hidup. Target studi banding ini diharapkan agar bisa kita terapkan di banyak tempat di Sumatera Utara," terang Budi yang didampingi pengurus Partai Golkar Sumut Bidang Koperasi dan UMKM, Aulia Rahman dan Sirajuddin Gayo.

Hasil studi banding tersebut dijelaskan Budi akan dibantu oleh seluruh potensi yang dimiliki DPD Partai Golkar Sumut di DPR RI dan DPRD wilayah Sumut agar permasalahan sampah dan limbah di Sumatera Utara benar-benar dapat teratasi.

“Rumah kompos adalah alternatif dan solusi keterbatasan pupuk kimia yang mahal dan kurang ramah lingkungan. Untuk itu kita akan menginisiasi pembentukan 35 unit rumah kompos dan bank sampah di Sumatera Utara,” jelasnya.

"Sesuai arahan ketua Golkar Sumut, Pak Ngogesa Sitepu, agar Partai Golkar Sumut terjun langsung ke tengah kehidupan masyarakat dan menjalankan program kerja yang konkrit seperti ini" tambahnyanya.

Direktur Rumah Kompos dan Bank Sampah Induk Sicanang, Armawati Chaniago, mengatakan bahwa dalam membuat kompos tidaklah sulit. Cukup mengumpulkan sampah-sampah organik seperti daun-daun atau sayuran, lalu dicampur ragi tempe dan ragi tapai serta sekam padi dan dedak, diaduk, jadilah kompos.Bahkan, kompos yang sudah diolah memiliki nilai ekonomi.

"Lalu digiling dengan mesin pencacah sampah organik. Lalu dibalik-balik selama 15 hari. Lalu di hari ke-15, diratakan di pendinginan suhu. Kurang lebih satu minggu. Lalu diayak, panen. Siap jual. Dijual Rp5.000 per kilogram," ujar Arma. 

Oleh karena itu, Budi menekankan, upaya memperbanyak Rumah Kompos dan Bank Sampah dilakukan DPD Partai Golkar Sumut untuk dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan ekonominya dengan memanfaatkan sampah.

"Konsepnya untuk membantu masyarakat sekitar. Masyarakat datang bawa  sampah ke Bank Sampah Partai Golkar, bisa bayar uang sekolah pake sampah, beli sembako pakai sampah," tandasnya.[sfj]


WhatsApp Bakal Bisa Dipakai Di Banyak Perangkat Untuk Satu Akun?

Sebelumnya

Ramaikan Asian Games, IKA USU Jakarta Konsolidasi di CFD

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Komunitas