post image
Forbis Sharing Session/MedanBagus
KOMENTAR

Sharing session kembali dilaksanakan oleh Forum bisnis wirausaha muslim, Jumat (19/7/19) di Triple S Cafe. Tema diskusi kali ini Sistem Manajemen Kinerja Keuangan dan Sosialisasi Pembuatan Market Place FORBIS. Adapun peserta dari anggota dan perusahaannya, yakni: Qims, DCoach SmartSolution, RMOLSumut.com, Bimbel UI 212, Medanbagus.com, Komunitas Property Muslim, Triple S Cafe, Generasi Baru Institut, SmeS, Digital Parenting Clinic, JNE, 212 Mart, KAHMI PRENUER, HIBKA SUMUT, BKMT (Badan Kontak Majelis Taklim), PRU Syariah, SEC USU, GMM Sumut, Anugrah Bakery, Aulia Software, Samera Indonesia, dan peserta lainnya.

Narasumber pada kegiatan ini adalah Muhammad Said Pulungan, S.E., dan Fidianitary Firza, A.md yang merupakan Jead Acc & Finance dan Staff Acc & Finance PT. QIMS INTRASINDO. Dihadiri juga pemateri untuk Sharing Bisnis yakni Rizky Pratama, S.Kom.

Banyaknya permasalahan seputar keuangan adalah seperti perusahaan yang tidak profit. Jelas Said pada saat beliau memaparkan materinya.

Analisis laporan keuangan yang tidak akurat, menjadi salah satu alasan setiap perusahan", katanya.

Perlu menerapkan sebuah sistem yang baik, salah satunya SMK (Sistem Manajemen Kinerja Keuangan).

Sistem Manajemen Kinerja Keuangan adalah suatu kegiatan yang berisikan proses -proses keuangan melalui Plan do Check Action. Yang ditujukan untuk menghasilkan profitabilitas yang bertujuan untuk mencapai kepuasan pelanggan.

"Untuk membuat sistem manajemen kinerja keuangan, terlebih dahulu kita membuat bisnis proses keuangan yang terdiri dari Supplier - Input - Aktivitas - Output - Proses", ditambahkan Fidi.

Dengan adanya bisnis proses yang baik, sistem manajemen kinerja keuangan juga dapat berjalan dengan baik. Karena sudah dipetakan dengan jelas tujuan dari sistem manajemen kinerja keuangan yang dibuat.

Dalam kenyataannya, SMK dibuat agar tujuan perusahaan tercapai. Adapaun tujuan perusahaan yang umum ingin dicapai adalah profil dan efisiensi biaya. Untuk mencapai tujuan perusahaan itu, PT. QIMS Intrasindo menerapkan konsep 3S.

"Yaitu Startegi yang terdiri dari sasaran strategi, penyusunan KPI, dan strategi inisiatif, kemudian sistem yang terdiri dari bisnis proses, tabel resiko dan digitalisasi, dan yang terakhir adalah SDM yang terdiri dari 3K (Komitmen, kompetensi dan keahlian)", lanjut Said.

Apabila konsep 3S dijalankan dalam sistem manajemen kinerja keuangan, diharapkan harapan pelanggan dapat tercapai.

Sebagai wujud dari kerja nyata tim forbis dengan bangga akan menghadirkan sebuah marketplace bagi seluruh membernya yang notabene nya adalah pelaku UMKM dan juga muslim, dijelaskan oleh pemateri selanjutnya Rizky.

"Dan ini tidak tertutup hanya untuk membernya saja tetapi diperuntukkan untuk umum sekalipun dia tidak beragama Islam", katanya.

Setelah sharing knowledge dilanjutkan dengan sosialisasi pembuatan marketplace tersebut. Sosialisasi ini bertujuan untuk menampung seluruh aspirasi seluruh member yang hadir. Harapannya dengan ikut serta dalam pembuatannya semua dapat merasakan rasa kepemilikan terhadap marketplace ini nantinya.

"Karena biasanya siapa saja yg ikut berkontribusi dalam menciptakan sesuatu hal, baik sumbangsih berupa ide, gagasan, maupun materil semua memiliki rasa kepemilikan, karena sudah memiliki rasa tersebut maka secara tidak langsung semua memiliki beban moral untuk mengembangkan marketplace ini hingga dikenal banyak orang", tutup Rizky. [dar]

Menjadi Pengusaha Muda, Kenapa Enggak

Sebelumnya

Nyalon Ketum HIPMI Medan, Ade Prasetyo Bercita-cita Lahirkan Ribuan Pengusaha Muda

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Ekonomi