post image
Quraini/MedanBagus
KOMENTAR

Bisnis Online belakangan ini banyak diminati. Pilihan untuk bisnis online juga banyak. Salah satunya Frozen Food. Hanya dengan memasarkan produk lewat sosial media. Keuntungan yang diperoleh akan sangat menjanjikan.

"Saya memulai usaha bisnis online itu 2014. Pada tahun itu masih menjual tas wanita. Kemudian tahun berikutnya saya mulai menjual pakaian wanita karena pada saat itu baru memiliki jenis HP yang berbasis Android", jelas Quraini pada tim MedanBagus di rumahnya daerah Tanjung Mulia. Selasa (30/7/19).

"Tahun 2015, sekitar bulan Oktober barulah saya mengenal Frozen Food yang kebetulan temen aku sendiri yang produksi. Itulah pertama kalinya aku jual produk Frozen Food", katanya.

Berawal dari menjual Risol beku, Aini mencoba kembali menjual Frozen Food. Kali ini dia mencoba Dimsum aneka rasa. Dalam 2 tahun ini beliau memiliki banyak provit dalam penjualannya.

"Dimsum kita itu bagus penjualannya. Karena emang yang digunakan bukan bahan sembarangan. Dimsum itukan yang buat enak di sausnya. Nah, sausnya itu kita buat dengan bahan yang benar-benar pilihan", jelasnya.

Quraini telah memiliki beberapa agen untuk memasarkan produknya. Padang Sidempuan, Duri, dan Pekanbaru. Untuk di Medan sendiri, ia memiliki 8 -9 orang reseller. Dari penjualannya ini. Aini mampu meraup omset 10-15 juta perbulannya.

Menurutnya, jika berjualan makanan hasilnya akan lebih besar dibandingkan menjual barang lainnya seperti tas, baju, dll. Karena memang orang lebih penasaran mencoba jenis makanan baru dan itu pasti akan selalu dicari di media sosial. Instagram menjadi tempat untuk dia memamerkan produk, @carijajan.id.

Bisnis online sekarang tidak bisa dipandang sebelah mata, hampir semua pemula bisnis memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produknya. Kita juga bisa handle penjualan dimana saja dan kapan saja, tutupnya. [dar]

Menjadi Pengusaha Muda, Kenapa Enggak

Sebelumnya

Nyalon Ketum HIPMI Medan, Ade Prasetyo Bercita-cita Lahirkan Ribuan Pengusaha Muda

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Ekonomi