post image
DR. Dr. Umar Zein, DTM&H, Sp.PD, KPTI (kedua dari kiri) menerima Anugerah Karya Cipta Dokter Indonesia (AKCDI) Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) pada acara Gala Dinner AKCDI 2019, di Hotel Sheraton Gandaria City, Jakarta, Sabtu (26/10) malam/ MedanBagus
KOMENTAR

Rektor UISU, Dr. H. Yanhar Jamaluddin, MAP mengapresiasi dan bangga dengan prestasi yang berhasil ditorehkan DR. Dr. Umar Zein, DTM&H, Sp.PD, KPTI yang juga Kaprodi di Fakultas kedokteran. "Ini prestasi luar biasa dan harus menjadi motivasi bagi seluruh dosen yang ada di UISU,"ujarnya. Hal itu disampaikan Rektor menanggapi pemberian Anugerah Karya Cipta Dokter Indonesia (AKCDI) Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) kepada 10 orang dokter peneliti terbaik di Indonesia, termasuk DR. Dr. Umar Zein, DTM&H, Sp.PD, KPTI pada acara Gala Dinner AKCDI 2019, di Hotel Sheraton Gandaria City, Jakarta, Sabtu (26/10) malam.

Dijelaskan Rektor, bahwa UISU sesuai dengan visi dan misinya ke depan harus mampu menjadi perguruan tinggi yang islami dan bertaraf internasional. Hal itu dapat diraih, salah satunya melalui penelitian yang dapat dilakukan dosen-dosen di lingkungan UISU.

Termasuk seperti yang dilakukan DR. Dr. Umar Zein bersama Tim dari Fakultas Kedokteran yang melakukan penelitian tentang cacing pita. keberhasilan Ketua Prodi FK UISU dalam penelitian cacing pita jenis Taenia Asiatica dengan panjang sekitar 10,5 meter lebih dari seorang warga Negeri Mariring, Silau Kahean, Simalungun, bernama Kalekson Saragih (64) menghantarkannya mendapat penghargaan AKCDI.

Sebelumnya, kata Rektor, DR. Dr. Umar Zein bersama Tim dari Fakultas Kedokteran juga sukses melakukan lounching film pendek surat cinta buat Tegar. Sebuah film yang mengisahkan tentang pengidav HIV dan diskriminasi. Pada pemutaran film pendek di Kampus Fk UISU kemarin (15/10), Rektor meminta Pemerintahan Propinsi Sumatera Utara untuk serius mencegah dan menangulangi muncul HIV (human immunodeficiency virus) yakni virus yang merusak sistem kekebalan tubuh, dengan menginfeksi dan menghancurkan sel CD4.

Dikatakan Rektor melalui pemutaran film pendek ini berarti UISU ikut peduli dengan penderita HIV. Pemerintah juga harus punya kepedulian dan perhatian khusus terhadap pasien HIV. Pihaknya berharap UISU bisa berperan maksimal lewat program pengabdian masyarakat dengan melakukan sosialisasi bahaya HIV ke tengah-tengah masyarakat, dan juga melakukan pelatihan-pelatihan lainnya.

Sementara itu, terkait penghargaan AKCDI, DR. Dr. Umar Zein saat dikonfirmasi mengaku sangat senang dan bangga.

"Alhamdulillah, pencapaian ini merupakan kesuksesan bersama Tim Peneliti Fakultas Kedokteran UISU pada 2017 silam yang lalu saat kami melakukan penelitian cacing pita di Simalungun,"ungkap owner Klinik Penyakit Tropik yang berada di Jalan Denai itu.

Pria yang baru saja meluncurkan film pendek Surat Cinta Buat Tegar ini, tak menyangka penelitiannya masuk menjadi finalis penelitian terbaik. "Saya ucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu saya melakukan penelitian ini. Ke depan, kita berkeinginan adanya anggaran pemerintah untuk mengalokasikan pembelian obat praziquantel, karena penelitian kita kemarin harus membeli obat tersebut ke Vietnam dan kita berkeinginan agar permasalahan cacing pita di Sumut khususnya di Simalungun ditekan hingga menjadi nol," harapnya sembari menjelaskan pemeriksaan molekuler terhadap ruas cacing pita ini sudah dilakukan di Jepang. [top]

Pelajar Sumut Sabet 3 Emas dan 4 Perak Di World Scholars’s Cup Tournament of Champion (ToC) Amerika

Sebelumnya

JNE Gelar Fun Learning untuk Anak – Anak di Hari Pahlawan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Pendidikan