Menurut Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bengkulu, titik api sebanyak itu terpantau di beberapa kabupaten
"Namun yang terbanyak berada di Kabupaten Mukomuko," kata Kepala Tata Usaha Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Bengkulu Sumartono, Minggu (16/9).
Lebih lanjut Sumartono memaparkan, selain di Kabupaten Mukomuko, titik api juga ditemukan di Kabupaten Bengkulu Utara, Lebong, Kepahiang dan di Kabupaten Bengkulu Selatan. Pada umumnya, terang dia, kebakaran tersebut disebabkan oleh masyarakat yang membuka lahan perkebunan dan pertanian.
Sumartono, mengatakan titik api sebagian besar berada di luar kawasan hutan, namun hanya ada dua titik berada dalam kawasan hutan konservasi yaitu di Kabupaten Mukomuko dan Bengkulu Utara.
Titik api dalam kawasan hutan lindung itu diduga kuat dilakukan perambah, namun BKSDA Bengkulu sudah menurunkan tim ke lokasi.
"Kami kerja sama dengan petugas Taman Nasional Krinci Seblat (TNKS) karena titik api itu diduga kuat berada dalam TNKS," ujarnya. [ant/hta]
KOMENTAR ANDA