post image
Ilustrasi/Ist
KOMENTAR

Harga emas dunia ditransaksikan naik dikisaran harga $5.210 per ons troy, atau sekitar 2.83 juta per gram, Rabu, 11 Maret 2026. Harga emas mengalami kenaikan ditengah memudarnya kekuatiran pasar terhadap inflasi, seiring dengan melemahnya harga minyak mentah dunia di kisaran $84 per barel, setelah sempat mendekati level $120 per barel pada awal pekan ini.

Pelaku pasar selanjutnya menanti rilis data inflasi AS yang dipastikan masih akan lebih tinggi dari target sasaran Bank Sentral AS dalam menurunkan besaran bunga acuan. Meski demikian laju tekanan inflasi AS diproyeksikan tidak akan banyak menyita perhatian pelaku pasar. Seiring dengan perang antara Iran – AS/Israel yang masih berlanjut.

Sementara itu IHSG pada sesi pembukaan perdagangan menguat ke level 7.484. Sejumlah bursa di Asia juga ditransaksikan menguat pada sesi perdagangan pagi. Kinerja IHSG diproyeksikan akan mengikuti pola pergerakan bursa saham di Asia pada umumnya. Sejauh ini pelaku pasar masih dihantui kekuatiran munculnya tekanan yang tidak terduga ditengah perang yang masih berkecamuk.

Disisi lain mata uang Rupiah masih relatif stabil dikisaran harga 16.855 per US Dolar. Rupiah sejauh ini cenderung bergerak melemah ditengah eskalasi perang yang belum terlihat akan mereda. Pidato Presiden AS yang sebelumnya menentramkan karena memberikan isyarat perang akan segera berakhir. Namun justru dibalas dengan sikap Iran yang akan menentukan kapan perang tersebut usai.

“Dan AS pada hari ini justru lebih cenderung bernada agresif dalam menyikapi perang tersebut. Alhasil pasar keuangan menjadi tidak stabil, dan mendorong pelaku pasar akan sangat berhati-hati mengikuti dinamika geopolitik yang berkembang di timur tengah,” kata ekonom Gunawan Benjamin.[JP]

 

Aktivitas Pengiriman Terus Bertumbuh, Lion Parcel Perkuat Infrastruktur dan Layanan

Sebelumnya

Kenaikan Harga Minyak Mentah Dunia Diprediksi Picu Inflasi, Investor Emas Agar Waspada

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Ekonomi