post image
Ilustrasi/Net
KOMENTAR

 Pengelola tempat hiburan dan olah raga ketangkasan yang beroperasi hingga malam terpaksa merumahkan karyawannya. Pasalnya sejak Surat Edaran (SE) No.400.8.3.2/145226 tentang Penutupan Sementara Tempat Hiburan dan Rekreasi pada Bulan Suci Ramadan membuat para pengelola harus memotong biaya operasional.

Hal itu disampaikan Edy, salah seorang pengelola biliar di Kota Medan kepada RMOLSumut, Rabu, 4 Maret 2026.

"Peraturan mengenai pembatasan jam operasi tempat hiburan  sungguh memberatkan kami. Terlebih ini menjelang hari raya. Dimana kami sebagai pengusaha juga harus memikirkan beban karyawan yang berhari raya," ujarnya.

Menurut Edy, memasuki hari ke 15 Ramadhan, omset dan pendapatan tempat usahanya menungkik tajam. Jam operasi yang dibatasi hingga pukul 18.00 juga menjadi problem di dalam ongkos produksi.

"Jadi waktu yang diperbolehkan juga tak menutup cost produksi yang besar. Sulit bagi kita membayangkan kehidupan karyawan yang menggantungkan hidupnya dari usaha kita ini," sesal Edy.

Edy berharap, Pemerintah Kota Medan memberikan tenggang waktu dan kesempatan bagi tempat usaha yang terimbas.

"Pada dasarnya, kita mendukung dan mengikuti SE Walikota. Apalagi niatnya untuk menciptakan suasana kondusif dan toleransi. Tapi ada hal yang harus dipertimbangkan, bagaimanalah produksi kami kalau tak mencapai target? kasihan Pak Wali," ujarnya.

Edy menilai, selama ini para pelaku usaha UMKM telah membantu pemerintah dalam memajukan pariwisata dan menggerakkan ekonomi. 

"Kita ini kan mitra dalam memajukan pariwisata dan menggerakkan roda ekonomi. Kami pasti dukung Pak Wali. Hanya tolong diberikan uluran waktu sedikit saja untuk kami bisa mencapai target dan membuat karyawan kami pulang dengan bahagia," lanjut Edy.

Untuk hal itu, sambung Edy, dia dan beberapa pengusaha dan pengelola hiburan yang biasa beroperasi sampai malam berharap Pemerintah dan dinas terkait mau menerima audiensi.

"Kita berharap audiensi kita diterima. Kita mau membicarakan niat baik Pak Wali dari hati ke hati," kata Edy.

Dia sangat berharap tidak ada lagi tebang pilih yang dilakukan oknum petugas untuk menegakkan aturan pemerintah dan pengusaha yang kucing-kucingan membuka usaha sampai larut malam.

"Harapan kami, kita bisa berdialog. Untuk kinerja yang bermartabat dan SE yang memiliki marwah," demikian Edy.[JP]

Dua Dekade Ramadhan Fair di Taman Sri Deli Dipadati Warga, UMKM Optimistis Omzet Meningkat

Sebelumnya

Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Tingkatkan Keterampilan Menulis Bahasa Inggris Siswa SMK YAPIM Biru-Biru

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Peristiwa