Dalam rangka mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2026, Jasa Marga melalui Jasamarga Nusantara Tollroad Regional Division memberikan diskon tarif tol sebesar 30 persen selama dua hari pada periode mudik dan balik.
Senior General Manager Jasamarga Nusantara Tollroad Regional Division, Tyas Pramoda Wardhani, mengatakan potongan tarif tersebut akan diberlakukan pada 15–16 Maret 2026 saat arus mudik serta 26–27 Maret 2026 saat arus balik.
“Kebijakan ini dilakukan untuk membantu manajemen lalu lintas agar tidak terjadi penumpukan kendaraan pada puncak arus mudik maupun balik,” ujarnya.
Diskon tarif berlaku untuk semua golongan kendaraan yang melakukan transaksi menggunakan kartu elektronik. Potongan harga diberikan untuk perjalanan jarak terjauh dari Tol Pangkalan Brandan menuju pintu keluar Sinaksak dan Simpang Panei, serta dari Tol Pangkalan Brandan menuju pintu keluar Kisaran dan sebaliknya.
Tyas menjelaskan, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 17 Maret 2026, khususnya di ruas Tol Belawan–Medan–Tanjung Morawa (Belmera) dan Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi (JMKT). Sementara arus silaturahmi diperkirakan berlangsung pada 22 Maret dan puncak arus balik pada 24 Maret.
Selama periode operasional Lebaran yang berlangsung pada 13–31 Maret 2026, sejumlah layanan juga disiapkan untuk mendukung kenyamanan pengguna jalan.
Pada layanan transaksi, perusahaan mengoptimalkan operasional gerbang tol, gardu tol otomatis (OAB), serta mobile reader. Penambahan titik top up saldo uang elektronik juga disediakan di kawasan Amplas, dengan fokus pengaturan di gerbang tol yang memiliki volume kendaraan tinggi seperti Amplas, Bandar Selamat, dan Tanjung Mulia.
Di sisi layanan lalu lintas, pengelola tol telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk pengamanan jalur. Posko libur panjang juga disiapkan di beberapa titik strategis di sekitar ruas tol, sementara pemantauan keamanan diperketat melalui sistem CCTV pada lajur dan gerbang tol.
Sementara itu, pada layanan preservasi, perbaikan jalan telah dilakukan di seluruh ruas tol, termasuk langkah pencegahan genangan dan potensi longsor. Inspeksi saluran drainase juga dilakukan serta dibentuk tim percepatan penanganan lingkungan.
Untuk mendukung kenyamanan pemudik, pengelola juga melakukan pengaturan lalu lintas di rest area Km 65A dan 65B serta berkoordinasi dengan Pertamina terkait ketersediaan bahan bakar.
Secara keseluruhan, volume kendaraan di ruas Belmera diperkirakan meningkat sekitar 4,5 persen selama periode Lebaran tahun ini. Sementara arus kendaraan yang masuk tol secara keseluruhan diprediksi naik antara 15 hingga 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 5,2 persen.
Pihak pengelola tol juga mengimbau pengguna jalan untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik, mulai dari memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan prima, mengecek tarif tol serta saldo uang elektronik, hingga memperhatikan lokasi posko layanan kesehatan.
Selain itu, pengendara diminta mematuhi rambu lalu lintas serta arahan petugas di lapangan, termasuk mengatur waktu istirahat di rest area agar tidak menimbulkan kepadatan.[JP]
KOMENTAR ANDA