RMOL. Belum usai kerusuhan yang disebabkan oleh film 'Innocence of Muslim', kini sebuah majalah asal Perancis, Charlie Hebdo memuat kartun Nabi Muhammad SAW pada edisi hari ini, Rabu (19/9). Dalam kartun tersebut, Nabi Muhammad SAW pun digambarkan sebagai tokoh yang buruk.
Dipastikan gelombang kemarahan umat Islam semakin menjadi. Kedutaan Besar Perancis dipastikan akan menjadi sasaran demonstrasi.
Untuk mencegah jatuhnya korban, Perancis berencana akan menutup kedutaan besarnya di kurang lebih 20 negara. Penutupan ini akan dimulai Jumat depan (21/9).
Menteri Luar Negeri Perancis, Laurent Fabius menyatakan bahwa dia telah meminta pengamanan ekstra ketat di kedutaan besar Perancis di negara-negara tertentu. Pengamanan ini akan terus diperkuat setelah ibadah Sholat Jum'at. Waktu ini diprediksi sebagai waktu favorit melakukan unjuk rasa.
Seperti dilansir dari AFP, Majalah Charlie Hebdo ini memang bukan pemain baru dalam membuat isu sensitif terhadap agama Islam. Sebelumnya pada tahun 2011 majalah ini juga pernah menerbitkan gambar nabi Muhammad dan menyebutnya 'Syaria Hebdo'.
Sebelum menerbitkan majalah edisi ini, Charlie Hebdo sudah diperingatkan oleh politisi dan pemuka agama untuk tidak melakukan hal-hal yang bisa menyulut konflik. Perdana menteri Perancis, Jean-Marc Ayrault bahkan menyatakan bahwa dia tidak menerima segala hal yang menyulut pertikaian. [arp]
KOMENTAR ANDA