post image
KOMENTAR
Sejumlah mahasiwa yang tergabung dalam anggota BEM Keluarga Mahasiswa (KM) Institut Pertanian Bogor menggelar unjuk rasa di depan Kampus Dramaga, Bogor, menolak kedatangan Wakil Presiden Boediono yang hadir dalam Sidang Tebuka Dies Natalis Ke-49 perguruan tinggi tersebut, Selasa.

Menurut mahasiswa, Wakil Presiden Boediono tidak layak datang ke kampus mereka karena tidak memberikan kontribusi apa pun untuk dunia pendidikan di Indonesia serta kedaulatan pangan dan agraria.

"Tujuan kami kesini ingin memberikan apresiasi kepada Wakil Presiden agar ada perubahan serta perbaikan di bidang pendidikan dan agraria," kata Menteri Kebijakan BEM-KM IPB, Ramadhan.

Menurut Ramadhan, Wakil Presiden selama menjabat tidak pernah memberikan revolusi ekonomi untuk Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan ekonomi masyarakat kecil yang tidak mengalami perubahan.

"Dimana letak tanggung jawab pemerintah, rakyat kecil semakin tertindas hidupnya," katanya.

Selain itu juga penolakan kedatangan Wakil Presiden karena Boediono juga terlibat dalam kasus Century dan dianggap sebagai tokoh yang mengusulkan konsep ekonomi yang tidak pro Pancasila.

Dalam aksinya, mahasiswa membawa atribut bendera BEM, dan spanduk yang bertuliskan penolakan terhadap kedatangan Wakil Presiden ke IPB.

Tidak hanya itu, mahasiswa juga membawa berbagai jenis sayuran yang mereka bagi-bagikan kepada petugas pengawal kepresidenan, dan aparat kepolisian dan TNI yang bertugas mengawal jalannya aksi unjuk rasa.

Aksi mahasiswa mendapat pengawalan ketat aparat keamanan dari Kepolisian, TNI, dan keamanan kampus.

Sebelum kedatangan Wakil Presiden, petugas telah melakukan sterilisasi di areal kampus, kendaraan hanya boleh masuk lewat pintu dua. Areal rektorat menuju Gedung Widya Wisuda tempat Sidang Terbuka Dies Natalis IPB ke -49 digelar telah dibersihkan hingga tidak ada yang beraktivitas di sekitarnya.

Wakil Presiden Boediono hadir dalam Sidang Terbuka Dies Natalis IPB untuk menyampaikan orasi ilmiahnya yang berjudul "Transformasi struktural sektor pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan nasional".

Dalam orasinya, Wakil Presiden menyampaikan, ketahanan pangan hanya dapat dicapai dengan transformasi pertanian.

Transformasi pertanian menurut Wakil Presiden adalah modernisasi teknologi, infrastruktur dan institusi pertanian. Integritas dengan sektor perekonomian nasional lainnya dan transformasin pertanian ditujukan untuk memaksimumkan penciptaan nilai tambah nasional.

"Transformasi pertanian meningkatkan tercapainya kedua aspek ketahanan pangan tersebut. Tanpa transfomasi pertanian yang berhasil ketahanan pangan akan menciptakan ketergantungan terhadap subsidi negara," kata Boediono.[ant/hta]

Komunitas More Parenting Bekerja Sama Dengan Yayasan Pendidikan Dhinukum Zoltan Gelar Seminar Parenting

Sebelumnya

Sahabat Rakyat: Semangat Hijrah Kebersamaan Menggapai Keberhasilan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Komunitas