Dalam aksi yang berlangsung di halaman Balai Desa Pakembinangun, Kecamatan Pakem, Sabtu, mereka melakukan deklarasi serta menandatangani spanduk sepanjang 10 meter sebagai bentuk penolakan kekerasan dan tawuran antarpelajar.
Kepala Sekolah SMA Negeri Pakem Agus Santosa mengatakan, kegiatan ini sengaja digelar karena merasa prihatin dengan maraknya tawuran pelajar yang sering terjadi hingga mengakibatkan meninggalnya pelajar.
"Tawuran antarpelajar telah mencoreng dan merusak prestasi di dunia pendidikan," katanya.
Aksi ini diawali dengan pembekalan yang dilakukan kepala sekolah serta pihak kepolisian, kemudian dilanjutkan dengan doa bersama untuk mendoakan siswa yang telah meninggal menjadi korban dalam aksi tawuran yang terjadi di Jakarta beberapa waktu lalu.
Seusai doa bersama dan sebagai bentuk penolakan terhadap berbagai bentuk kekerasan dan tawuran, para siswa ini kemudian menandatangani kesepakatan damai di atas spanduk sepanjang 10 meter. [ant/hta]
KOMENTAR ANDA