Modus yang dilakukan pelaku dengan cara menguntit korban. Lalu ban mobil korban ditancap paku. Nah, ketika menambal ban, pelaku beraksi.
Ceritanya berawal kala Tarwan yang bos jual beli mobil ini pulang dari Pasar Induk Cikurubuk Kota Tasikmalaya.
Tepat di Jalan Ir H Juanda, dirinya merasakan ban belakang mobil yang dikendarainya gembos. Lalu dia menepikan mobil di tambal ban dekat gudang Teh Botol Sosro. Sambil menunggu ban ditambal, Tarwan berjalan menuju warung. Sedianya ia akan membeli minuman segar.
Tiba-tiba sebuah motor datang. Ugh, seorang penumpang motor itu dengan cepat menjambret tas yang dibawa Tarwan. Karena kaget, Tarwan tertegun. Lidahnya kelu. Wajahnya pucat pasi. Dia hanya bengong melihat penjambret kabur ke arah Jati Indihiang.
Atas saran tukang tambal ban, Tarwan lapor Polresta Tasikmalaya. Menurut Tarwan, di dalam tas itu berisi surat kendaraan, cek dari beberapa bank seperti BCA, Syariah Mandiri, BTN serta uang tunai Rp 70 juta.
“Pelaku mengendarai sepeda motor Honda GL Pro,” kata Tarwan.
Hasil pemeriksaan polisi, jenis paku yang menyebabkan ban belakang kiri mobil korban karena tertusuk paku runcing mirip dengan besi penyangga payung hujan. Dugaan polisi, korban dibuntuti sejak dari Pasar Induk Cikurubuk. [rmol/hta]
KOMENTAR ANDA