MBC. Dalam tiga bulan terakhir, elektabilitas Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto terus meningkat. Ditambah lagi kemenangan pasangan Jokowi-Ahok pada Pilkada DKI Jakarta dinilai membawa keuntungan bagi elektabilitas mantan Danjen Kopasus era Suharto ini.
Kasus pelanggaran HAM yang dituding dilakukan Prabowo pun tak mempengaruhi elektabilitasnya. Survei akhirnya menempatkan posisi Prabowo lebih tinggi dibanding calon presiden asal Partai Amanat Nasional (PAN), Hatta Rajasa.
Menanggapi fakta tersebut ketua umum sekaligus capres dari PAN, Hatta hanya tertawa. Menurut pria beruban putih yang juga merupakan Menteri Koordinator Perekonomian ini, siapa pun warga negara Indonesia berhak mencalonkan diri menjadi Presiden tak peduli apapun latar belakangnya dan bagaimana elektabilitasnya sekarang.
"Semua anak bangsa, siapapun, yang ingin mencalonkan Presiden Indonesia harus kita hargai. Kita berikan respek pada orang-orang yang mau mencalonkan, siapa saja," ujar Hatta kepada Rakyat Merdeka Online usai meresmikan Sekolah Tinggi Ekonomi dan Perbankan (Stebank) Islam Mr Syafruddin Prawiranegara, Senen, Jakarta Pusat, Minggu (30/9).
Ditanya apakah dirinya merasa terancam dan menganggap Prabowo sebagai rival serius?
"Ha ha ha. Jawaban saya yang tadi saja," demikian Hatta. [rmol/hta]
KOMENTAR ANDA