"Karena ini masalah luka-luka anak bangsa harusnya kepala pemerintahan saat ini konsen dengan rekomendasi DPR terkait kasus penculikan yang sudah berusia empat tahun," kata mantan aktivis 98, Desmon J Mahesa, di Gedung DPR, Senyan, Jakarta, Senin (1/10).
Desmon, yang kini sudah menjadi anggota DPR dari Fraksi Gerindra, mengatakan bahwa kasus pelangaran HAM yang harus diusut hingga tuntas bukan saja terkait dengan peristiwa 1 Oktober 1965, melainkan juga pelanggaran HAM yang terjadi pada tahun 1998.
Desmin mengatakan bahwa ia tidak akan melupakan persitiwa 1998 tersebut. Sebab hal itu juga menjadi bagian tanggung jawabnya terhadap keluarga korban.
"Sampai hari ini pun mereka sampai bertanya sama saya. Dan ini adalah tanggung jawab saya, apapun yang kita teriakan sudah tidak apa-apa. Karena pemerintah sudah sibuk dengan urusan mereka," demikian Desmon. [rmol/hta]
KOMENTAR ANDA