post image
KOMENTAR
MBC. Humas PT KAI Daerah Operasi I Jabodetabek Mateta Rijalulhaq mengatakan, kereta anjlok di Stasiun Cilebut diduga disebabkan oleh adanya rel kereta yang "gompal".

"Diduga adanya rel kereta yang 'gompal' jadi ketika kereta akan berhenti menyebabkan anjlok keluar dari rel," katanya saat ditemui di lokasi kejadian, Kamis (4/10).

Mateta menjelaskan, rel "gompal" maksudnya adalah rel yang terluka atau rel lepas diantara persambungan rel yang tidak terlalu besar seukuran 20 centimeter sehingga sangat mempengaruhi kondisi kereta.

Menurut Mateta, perawatan rel rutin dilakukan setiap saat. Terjadinya rel "gompal" bukan karena kurang perawatan.

"Ini bukan kereta yang pertama berangkat. Kalau perawatan kurang otomatis yang terkena kereta awal. Tapi ini kereta perjalanan jam 06.07. Karena perjalanan kereta-kereta sebelumnya juga mempengaruhi," katanya.

Mateta mengatakan, pihaknya secara internal akan melakukan penyelidikan terkait anjloknya kereta nomor 435 tujuan Jakarta tersebut.

Anjloknya kereta terjadi sekitar pukul 06.15 WIB. Kereta commuter line nomor 435 berangkat dari Bogor menuju Jakarta.

Saat hendak berhenti di stasiun Cilebut, kereta mengalami gangguan dan tiba-tiba anjlok dan keluar dari rel lalu menabrak peron tengah.

Rangkaian ketiga dari kereta tersebut melintang diantara rel Jakarta dan Bogor sehingga perjalanan kereta terganggu.

Menurut Galang (35) salah satu penumpang, kejadian tersebut sempat membuat panik penumpang yang ada di dalam kereta. "Dari awal berangkat kira-kira dah dekat Cilebut itu jalan sudah tidak enak. Kereta goyang-goyang. Lalu tiba-tiba bergetar dan dengan suara dentuman keras," katanya.

Galang mengatakan, saat kereta menabrak peron, getarannya terasa ke seluruh kereta. Saat itu juga kereta bermuatan penuh penumpang. "Kereta ini dari Bogor sudah penuh. Karena kereta pagi banyak yang berangkat kerja," katanya.

Sesaat setelah kereta anjlok dan menabrak peron tengah, kepanikan penumpang semakin menjadi saat pintu kereta tidak terbuka.
"Ada selama kira-kira lima menit kami terkurung didalam. Sampai ada yang inisiatif untuk memecahkan kaca jendela tapi tak lama setelah itu baru terbuka pintunya. Semua penumpang berhamburan keluar kereta," katanya.

Hingga berita ini diturunkan proses evakuasi rangkaian kereta masih terus dilakukan. Pertugas teknis dari PT KAI telah melakukan evakuasi dengan mengangkat rangkaian kereta menggunakan hidrolik. [ant/hta]

Komunitas More Parenting Bekerja Sama Dengan Yayasan Pendidikan Dhinukum Zoltan Gelar Seminar Parenting

Sebelumnya

Sahabat Rakyat: Semangat Hijrah Kebersamaan Menggapai Keberhasilan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Komunitas