Harimau langka itu ditemukan mati di dalam pesawat yang menerbangkannya dari Banda Aceh menuju Jawa Timur.
Menurut Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Darori, kematian mamalia langka ini penuh keganjilan. Pasalnya, kata dia, Harimau jantan yang diberi nama Teungku Agam ini mati dengan luka yang terdapat di beberapa bagian tubuhnya.
Dipaparkannya lebih lanjut, sebelumnya pada 2 Oktober lalu Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh melakukan pengiriman 4 ekor satwa dari Banda Aceh menuju Surabaya, dengan transit di Bandara Polonia Medan dan Bandara Soekarno Hatta Jakarta. Keempat satwa tersebut, terdiri dari 1 ekor harimau Sumatera, satu ekor siamang, dan dua ekor binturong.
Sebelum diterbangkan, seluruh satwa telah diperiksa oleh tim dokter BKSDA Aceh, tim kesehatan hewan Dinas Peternakan, serta Stasiun Karantina Pertanian Kelas 1 Banda Aceh, dan dinyatakan sehat.
“Anehnya, ketika transit di Medan seluruh satwa diterbangkan kembali ke Banda Aceh dan diketahui harimau Sumatera tersebut dalam keadaan mati,” ujarnya.
Hingga saat ini, Kementerian kehutanan sudah mengirimkan surat pemberitahuan kepada pihak Garuda Indonesia dan menunggu adanya jawaban mengenai peristiwa ini. [ant/hta]
KOMENTAR ANDA