Rayakan HUT ke-2, IMI Putar Film Pulau Terluar dan Bedah Buku
MBC. Memasuki usia ke dua, Indonesia Maritime Institute (IMI) terus mengembangkan sayapnya. Dalam peringatan di Taman Ismail Marzuki (Sabtu, 6/10), berbagai acara berbau maritim digelar. Selain menampilkan tarian bahari dari Papua, pemutaran film semi scientific "Jurnal dari Pulau Terluar", bedah buku sembilan perspektif Menuju Masa Depan Maritim Indonesia dan launching Streaming TV, www.indomaritime.tv.
Direktur Eksekutif IMI, Y Paonganan dalam sambutannya menyebutkan rangkaian acara ini sebagai bentuk komitmen IMI untuk membangun Indonesia sebagai negara maritim yang tangguh dan kuat. "Kami sangat konsen untuk terus mengkampanyekan dan menggelorakan Indonesia untuk kembali menjadi negara maritim," kata Paonganan.
Ongen biasa disapa mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk melek dan sadar bahwa sebanaranya Indonesia itu merupakan negara kepulauan terbesar di Dunia. "Sudah sepantasnya konsep pembangunan mengarah kepada pembangunan maritim. Saya yakin, jika NKRI dibangun dengan startegi maritim bisa menjadi negara super power," tandasnya yang langsung disambut tepuk tangan tamu undangan.
Hadir sebagai undangan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sarif Cicif Sutardjo beserta jajaran Direktorat Jendral dan para eslon 1 dan eslon 2. DPR RI, Kadispenal TNI AL, Untung Suropati, Para dewan pakar dan pembina IMI, perwakilan PT LEN, PT Pelni dan mahasiswa keluatan dari berbagai kampus.
Ketua Dewan Pembina IMI, Prof Hasyim Djalal dalam sambutannya mengatakan Indonesia sebagai negara kepulauan sudah sepantasanya laut sebagai sumber kehidupan bangsa. Menurut dia, visi dan misi pembangunan maritim sangat penting untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik.
"Sejarah panjang bangsa Indonesia sejak jaman kerajaan sudah mempunyai semangat maritim, bahkan dulu kita dicap sebagai bangsa pelaut yang handal, baik itu dalam membuat kapal maupun mampu berlayar sampai ke mancanegara," kata ayah dari Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Dino Pati Djalal ini.
Hilangnya semangat maritim bangsa ini, lanjutnya akibat dari penjajahan panjang dari bangsa erofa. Pasca kemerdekaan berbagai upaya telah dilakukan untuk kembali mencari semangat maritim.
Sementara itu, Menteri Keluatan dan Perikanan Syarif Cicip Sutardjo menyambut baik kehadiran IMI dalam menyadarkan semangat maritim kepada masyarakat.
"Saya juga mengucapkan selamat kepada Paonganan untuk terus bekerja dalam hal ini Indonesia Maritime Institute, dan selamat HUT yang kedua. Adanya peluncuran buku, pemutaran film dan indomaritimetv bisa terus dilanjutkan, ini sebagai bentuk penyadaran kepada masyarakat bahwa negara ini adalah negara maritim yang besar," ujarnya.
Cicip mengakui bahwa Indonesia sebagai bangsa maritim tentu perlu mempertahankan apa yang telah dipunyai. "Dulu dijajah oleh negara-negara erofa, sebetulanya Indonesia adalah negara sangat potensial. Laut menyimpan potensi yang sangat besar," ujarnya.
Untuk membangun itu semua, kata Cicip perlu tata kelola yang baik. Cicip juga mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mengembalikan jati diri bangsa sebagai bangsa maritim.
"Jika diperhatikan anak-anak kita jika menggambar di sekolah, selalu menggambar gunung, matahari dan sawah. Itu menunjukan bahwa citra kita sebagai negara maritim hilang," tegasnya seraya mengatakan para generasi mudalah yang mempunyai tugas bisa membangkitan kembali semangat untuk membangun maritim di Indonesia ini. [rmol/hta]
KOMENTAR ANDA