post image
KOMENTAR
Djohan Effendi genap 73 tahun pada 1 Oktober lalu. Mantan Mensesneg era Presiden Abdurrahman Wahid yang juga tokoh pluralis itu merayakannya dengan berkarya, menyampaikan pesan Al-Quran lewat buku terbarunya. "Pertolongan Tuhan. Dan Kemenangan. Jangan Membuat Lupa Diri. Lupa pada Sang Pemberi," tulisnya puitis dalam buku Pesan Pesan Al Quran.

Buku terbaru Djohan ini dilaunching oleh Kelompok Studi Proklamasi di Perpustakaan Nasional tadi malam (Jumat, 12/10). Turut hadir Quraish Shihab, Dawam Rahardjo, Budhy Munawan Rachman, dan Romo Magnis Suseno sebagai pembedah buku.

Djohan dalam pidatonya mengaku menyusun buku itu selama setahun, demi memberikan warna pluralisme dalam kehidupan antarumat di Indonesia.

"Sebelum buku ini terbit, saya sempat masuk rumah sakit, di bangsal bekas sahabat saya Gus Dur. Teman saya bilang, barangkali buku ini adalah kata perpisahan dari saya. Tapi saya bertekad untuk menyelesaikannya dulu supaya pesan kebebasan beragama dan pluralisme dapat saya sampaikan," ujarnya.

Buku Pesan Pesan Al-Quran itu memuat lima tema besar, salah satunya adalah pluralisme agama dalam perspektif al Quran.

Sementara, Quraish Sihab memberikan selamat pada Bapak Pendiri Indonesian Conference on Religion and Peace itu atas terbitnya buku yang menurutnya luar biasa, walaupun disampaikan juga beberapa kritikan.

Djohan yang oleh Dawam disebut sebagai pejuang toleransi yang militan, berharap masyarakat Indonesia lebih toleran pada sesama walau beda agama supaya bisa memberi rasa aman bersama. [rmol/hta] 

Jasa Marga Beri Diskon Tol 30 Persen Selama Dua Hari Untuk Momen Idul Fitri 1447 H, Catat Tanggalnya

Sebelumnya

Al Wasliyah Medan Dukung Walikota Hentikan Aktivitas Ramadhan Fair saat Shalat Tarawih

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Ragam