Buku terbaru Djohan ini dilaunching oleh Kelompok Studi Proklamasi di Perpustakaan Nasional tadi malam (Jumat, 12/10). Turut hadir Quraish Shihab, Dawam Rahardjo, Budhy Munawan Rachman, dan Romo Magnis Suseno sebagai pembedah buku.
Djohan dalam pidatonya mengaku menyusun buku itu selama setahun, demi memberikan warna pluralisme dalam kehidupan antarumat di Indonesia.
"Sebelum buku ini terbit, saya sempat masuk rumah sakit, di bangsal bekas sahabat saya Gus Dur. Teman saya bilang, barangkali buku ini adalah kata perpisahan dari saya. Tapi saya bertekad untuk menyelesaikannya dulu supaya pesan kebebasan beragama dan pluralisme dapat saya sampaikan," ujarnya.
Buku Pesan Pesan Al-Quran itu memuat lima tema besar, salah satunya adalah pluralisme agama dalam perspektif al Quran.
Sementara, Quraish Sihab memberikan selamat pada Bapak Pendiri Indonesian Conference on Religion and Peace itu atas terbitnya buku yang menurutnya luar biasa, walaupun disampaikan juga beberapa kritikan.
Djohan yang oleh Dawam disebut sebagai pejuang toleransi yang militan, berharap masyarakat Indonesia lebih toleran pada sesama walau beda agama supaya bisa memberi rasa aman bersama. [rmol/hta]
KOMENTAR ANDA