RASA nyeri saat menstruasi, merupakan masalah yang umum terjadi pada
kaum perempuan. Ada yang berupa nyeri ringan, berat sampai tidak mampu
menjalani aktivitas sehari-hari. Jika itu dibiarkan, bisa menyebabkan
kemandulan.
Menurut dokter spesialis kulit dan kelamin dari
Rumah Sakit Pondok Indah-Puri Indah (RSPI-PI) Susie Rendra, kondisi
itu disebabkan kadar estrogen menurun, sehingga menyebabkan
perubahan hormonal. Sebab, gejala menstruasi itu bermacam-macam,
seperti sakit kepala, kulit kusam, nyeri perut sampai membuat
seseorang pingsan.
"Menstruasi datang setiap bulan dan tidak
bisa dihindari, kecuali waktu hamil. Rasa nyeri yang datang bersamaan
lebih disebabkan karena endrometriosis," ujar Susie, Rabu (5/12).
Endrometriosis
adalah peradangan yang terjadi pada lapisan rongga rahim. Kondisi ini
biasanya terjadi pada wanita subur yang berusia 25-44 tahun, dan 25-50
persen wanita mandul serta bisa juga terjadi pada usia remaja.
"Endometriosis yang berat bisa menyebabkan kemandulan karena menghalangi jalannya sel telur dari ovarium ke rahim," katanya.
Ia
menyarankan, saat menstruasi datang, carilah aktivitas yang bisa
mengalihkan pikiran dari rasa nyeri, misalnya olahraga agar rasa nyeri
bisa berkurang.
"Namun jika mengalami dismenore atau nyeri yang
berlebihan saat menstruasi, sebaiknya periksakan diri ke dokter
agar rahim kandungannya tidak terganggu," saran Susie.
Dikatakan,
wanita Asia, termasuk wanita Indonesia, mengalami 400-450 kali
menstruasi selama hidupnya dan rata-rata berlangsung lima hari. Bisa
dibayangkan, berapa banyak pembalut yang dia pakai selama
hidupnya, bisa mencapai 8.000 lembar.
Untuk mengatasi rasa
tidak nyaman selama datang bulan, kata Susie, sebaiknya memilih
pembalut yang tipis. Selain itu, pakai celana dalam dari bahan katun,
serta hindari pemakaian antiseptik yang berlebihan.
Dia
menjelaskan, ketika menstruasi dibutuhkan pembalut yang dapat menyerap
dengan cepat agar permukaan pembalut tetap kering, sehingga bebas
lembab dan tak menyebabkan iritasi, atau rasa gatal di bagian
kewanitaan.
Ketidaknyamanan saat haid, lanjutnya, juga sering
muncul karena kesibukan para perempuan moderen yang dinamis dan
aktif, yang mengakibatkan keterbatasan waktu untuk dapat mengganti
pembalut secara terus menerus, terutama pada hari-hari awal
menstruasi.
Bagi yang memiliki kulit sensitif, katanya,
usahakan untuk memilih pembalut wanita dengan bahan yang lembut.
Kemudian jika pada hari awal mula menstruasi di mana volume cairan
menstruasi sangat banyak, pembalut yang dipilih harus yang memiliki daya
serap tinggi.
Susie memaparkan, menstruasi masih dianggap
sebagai halangan dalam beraktivitas. Namun, beberapa studi
menunjukkan bahwa banyak manfaat yang bisa didapatkan dengan terus
melakukan aktivitas, yang membuat tubuh tetap aktif dan bugar,
terutama dalam masa menstruasi.
"Menjaga aktivitas sehari-hari
saat masa menstruasi, akan memberikan manfaat yang positif bagi jiwa
dan raga. Salah satunya dapat membantu untuk mempertahankan dan
menambah energi, serta semangat dalam keseharian,"ungkapnya. [rmol/hta]
KOMENTAR ANDA