MBC. Menjadi pemain sepak bola yang tangguh, berdedikasi, berdisiplin tinggi, punya reputasi tingkat nasional bahkan internasional dan menjadi kebanggaan tanah air adalah salah satu mimpi besar rakyat Indonesia. Pendek kata punya tim hebat dengan pemain yang hebat bukan hal yang mustahil.
Demikian disampaikan Ketua Umum Persatuan Sepakbola Indonesia (PSSI) Djohar Arifin saat menghadiri peresmian Sekolah Sepak Bola (SSB) yang didirikan PT Perkebunan Nusantara III, BUMN Perkebunan yang beroperasi di provinsi Sumatera Utara kemarin. SSB ini dipusatkan di Distrik Deli Serdang I di kebun Gunung Pamela.
Direktur Utama PTPN III, Megananda Daryono mengatakan SSB yang didukung penuh PTPN III diharapkan dapat memberi motivasi yang besar bagi kelahiran pemain-pemain unggulan di tanah air.
“Pendidikan sepak bola di usia dini ini diharapkan akan memberi kontribusi besar dan nyata bagi perkembangan sepak bola di tanah air. Saya harap adik-adik tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, teruslah berlatih dan yakinlah Anda semua pasti bisa menjadi pemain-pemain terbaik di tanah air bahkan bisa bermain di tingkat internasional,” katanya, usai menandatangani prasasti SSB PTPN III Gunung Pamela, Deli Serdang.
Apa yang dilakukan PTPN III dalam membentuk dan melahirkan pemain-pemain usia dini diharapkan dalam lima tahun ke depan akan mampu menjadi pemain tingkat nasional di PSSI. Ia juga mengatakan bahwa tim pelatih yang ada dan pemain lama di sepak bola PTPN III akan terus di up date kemampuan dan pengetahuannya sehingga memiliki sertifikasi yang reputable.
Sementara itu, melanjutkan penjelasannya, Djohar Arifin menyebutkan pelatih khusus untuk usia dini akan didatangkan dari Belanda untuk menemukan talenta-talenta baru. Ia menjelaskan ada 600 gerakan yang dihasilkan dari sepak bola dan bila satu pemain mampu melahirkan gerak hingga 20 macam saja itu sudah luar biasa. Dengan adanya upaya nyata dari PTPN III akan merangsang BUMN lain di tanah air berpartisipasi dan berbuat hal yang serupa demi kebangkitan sepak bola di masa mendatang, harapnya dengan penuh keyakinan. Ia sangat mengapresiasi setinggi-tingginya upaya yang dilakukan PTPN III mencetak pemain-pemain di usia dini.
PTPN III sendiri telah mengklasifikasi para pemain untuk kategori U12 sebanyak 30 orang, U14 sebanyak 32 orang dan U20 sebanyak 44 orang yang disaring dari 218 orang calon pesepakbola dari kalangan internal yang merupakan anak-anak karyawan dan masyarakat sekitar. Seleksi telah dilakukan sejak tanggal 8 Juni 2012 - 23 September 2012.
Rachmat PK, Direktur SDM yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Umum PS PTPN III mengatakan, PTPN III menyediakan segala kebutuhan untuk para pemain sepak bola junior dari mulai kesehatan, gizi yang baik, sekolah, pendidikan agama hingga belajar tambahan bahasa Inggris.
“Kita tidak ingin para pemain di usia muda ini hanya mampu bermain di tingkat nasional namun tingkat internasional dengan tidak lupa memberikan pendidikan yang terbaik bagi mereka, dimana selain pendidikan formal juga pendidikan tambahan usai berlatih sepak bola,” katanya.
Usai peresmian yang ditandatangani Megananda Daryono dan pembukaan selubung plang SSB oleh Djohar Arifin, acara dilanjutkan dengan menyaksikan pertandingan uji coba antara SSB PTPN III melawan SSB Mabar Putra Medan di lapangan sepak bola Gunung Pamela, Deli Serdang. [zul/rmol/ans]
KOMENTAR ANDA