Dalam potongan tayangan itu tergambar jelas asbabun nuzul penganiayaan oleh Satpol PP terhadap Jhon.
Pada potongan pertama terlihat Satpol PP mengerahkan kekuatan untuk mengosongkan paksa tiga rumah di lahan sengketa. Pada potongan gambar kedua dan ketiga, keberingasan Satpol PP terus dipertontonkan. Hingga puncak penganiayaan yang dterima Jhon terlihat jelas di potongan Gambar ke empat.
John yang dipukul petugas Satpol PP mengalami pendarahan di bagian kepala. Pada potongan gambar ke lima terlihat John memegangi bagian kepalanya.
Sementara itu, usai penganiayaan yang diterimanya, kepada medanbagus.com, John mengecam sikap Walikota Rahudman Harahap yang tidak menghormati hukum
Menurut Jhon, eksekusi itu cacat hukum karena tanpa ada keputusan pengadilan dan tidak dihadiri petugas pengadilan sebagai eksekutor,
"Apalagi kasus ini masih dalam status kasasi di MA yang dilakukan Pemko Medan," ujarnya.
Seperti diketahui, aksi penganiayaan tersebut terjadi ketika ratusan petugas Satpol PP yang awalnya akan melakukan penertiban, malah melakukan eksekusi. Bahkan tanpa putusan berkekuatan hukum tetap, Satpol PP langsung menghancurkan seluruh bangunan di atas areal sengketa. Kasus inilah yang memicu aksi balasan kader PDI-P yang berakhir dengan penyerangan kantor walikota Medan. [hta]
KOMENTAR ANDA