MBC. Letjen (Purn) Prabowo Subianto, Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang juga kandidat capres, kemarin disambut meriah kedatangannya oleh pendukungnya di Gedung Yayasan Tenaga Kerja Indonesia (YTKI), Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.
Di depan ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Prabowo menyampaikan orasi kebangsaan.
“Ada kejanggalan di negara kita. Kita negara agraris tapi impor pangan. Penduduk kita 60 persen petani tetapi impor singkong. Kalau 68 tahun merdeka kita impor satelit, masih okelah. Kalau ikan teri, ikan asin, garam dan semua bahan pokok yang kita sendiri bisa menanamnya, ironis itu,” ujar Prabowo disambut yel-yel dukungan.
Prabowo agaknya mulai running melakukan kerja politik sebagai capres. Di setiap kesempatan, dia selalu memanfaatkan untuk menyampaikan pesan politiknya. Dalam kesempatan itu bekas Panglima Kostrad itu juga menyinggung soal sistem demokrasi yang sudah dibajak.
Dia berharap pada Pemilu 2014 masyarakat tidak lagi terjebak politik uang. “Jangan ada lagi serangan fajar, uang cendol, uang ngarit. Itu celaka kalau diterima. Senengnya satu hari dapat uang tidak seberapa, tapi APBN kita dirampok dan kita menderita lima tahun ke depan,” tambah Prabowo.
Seusai acara, Prabowo ditanya terkait pertemuannya dengan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajassa. Dia mengatakan, hanya pertemuan biasa. Dia hanya berbincang soal perekonomian, bukan bicara kemungkinan koalisi di Pemilu 2014.
Diatanya apakah dirinya membuka komunikasi dengan Hatta, lantaran merasa ‘diceraikan’ Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri? Prabowo menampiknya.
Dia menegaskan, pertemuannya dengan Hatta tidak mempengaruhi hubungannya dengan Mega. “Lho kan saya bertemu dengan semua partai, semua orang. Saya kan baik dengan semua orang,” katanya. [Harian Rakyat Merdeka/RMOL/ans]
KOMENTAR ANDA