post image
KOMENTAR
Mak Yati, pemulung yang ikut berkurban pada Idul Adha 2012 lalu harus menjadi contoh bentuk kesetiakawanan dan perjuangan.  

"Kita harapkan Mak Yati bisa jadi contoh saudara-saudara kita pemulung yang lain, asal punya kemauan pasti bisa keluar dari kemiskinannya," kata Mensos Salim Segaf Al Jufri di gedung Kementerian Sosial di Jakarta, Senin (18/2), saat melepas kepulangan Mak Yati ke kampung halamannya.

Mensos pun memberikan apresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada nenek berusia 65 tahun itu yang sudah mau berkurban di tengah kondisi ekonominya yang juga sulit.

"Apa yang dilakukan Mak Yati ini bentuk kesetiakawanan sosial, disaat kondisi bangsa seperti ini masih ada orang yang seharusnya dibantu tapi turut membantu dengan berkurban," tambah Salim.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap apa yang dilakukan Mak Yati, Kementerian Sosial membangun rumah untuk Mak Yati di kampung halamannya di Kelurahan Kertosari Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa Timur.

Selain membangun rumah, Kementerian Sosial juga memberi bantuan Rp. 2,8 juta dan modal bagi Mak Yati.

Mak Yati mengurbankan dua ekor kambing pada Idul Adha 2012. Karena merasa malu selalu menerima daging kurban, Mak Kati bersama suaminya Pak Maman yang juga memulung, berniat dan bertekad menabung untuk bisa membeli seekor kambing kurban. Namun tak dinyana, Mak Yati malah bisa membeli dua ekor kambing untuk dikurbankan. Kambing tersebut dibeli dari penghasilannya memulung bersama suami, yang dikumpulkan selama lebih dari tiga tahun. [ant/hta]

KOMENTAR ANDA