post image
KOMENTAR
Rumah duka korban penculikan bocah yang hilang sejak Minggu (17/2) dan telah ditemukan menjadi mayat, masih ramai dikunjungi warga. Satu per satu warga berdatangan ke rumah korban untuk menyampaikan dukacinta mendalam terhadap peristiwa yang menimpa Selo Nababan (4) buah hati pasangan  Sahar Nababan dan Kasma Boru Manurung itu di Dusun 7, Desa Pagar Jati, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deliserdang.



Ibu korban Kasma Boru Manurung tak kuasa menahan tangis melihat kondisi anaknya yang hilang tiga hari namun saat ditemukan telah menjadi mayat. Selain  ibu korban, kerabat dan keluarga dekat bocah laki-laki itu pun tak kuat menahan air mata.

''Heran kita lihat polisi ini. Apa sebenarnya kerja mereka? Sudah tiga hari dia (red, Selo Nababan) menghilang. Pelaku pun sudah minta tebusan uang (red, Rp2 miliar). Mestinya dengan tanda-tanda ini, polisi sudah bisa menangkap pelakunya. Bukan berita baik yang datang tapi malah berita duka yang muncul. Heran kita..." ujar salah seorang keluarga dekat yang enggan menyebut identitasnya.

Rubiah, warga setempat pun mengaku heran dan tak percaya lagi dengan kinerja polisi. "Bayangkan saja, bapaknya (red, orang tua korban Selo Nababan) sudah menerima SMS minta uang (red, tebusan Rp2 miliar). Seharusnya, berangkat dari SMS itu, polisi bisa melacak keberadaan pelaku. Jadi apa yang bisa dikerjakan polisi kita?" kata Rubiah bernada heran.

Sebelumnya diberitakan, Polres Deliserdang mengaku sudah menerima laporan berita penculikan Selo Nababan.

Kasat Reskrim Polres Deliserdang yang dihubungi Senin lalu mengaku pihaknya masih menelusuri informasi yang telah diterima tersebut.

"Ya, tersangka pelakunya masih kita selidiki," kata AKP Erwin Syahputra Manik, Kasat Reskrim Polres Deli Serdang. [ans]

KOMENTAR ANDA