Sesuai dengan surat FIFA, KLB hanya membahas poin yang tercantum dalam Memorandum of Understanding (MoU) antara PSSI dan KPSI di Kuala Lumpur, Malaysia (7/6) tahun lalu.
Meskipun sempat terjadi ricuh di luar arena kongres dan enam anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI memutuskan walkout, namun Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo menyatakan KLB berjalan dengan sukses dan lancar.
Sesui dengan perintah FIFA, KLB PSSI telah memutuskan beberapa poin. Salah satu kesepakatan yang tercapai dalam Kongres Luar Biasa PSSI adalah penyatuan liga yang dikelola oleh PT Liga Indonesia.
KLB PSSI juga secara resmi membubarkan Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI). Keputusan tersebut merupakan tindak lanjut kembalinya empat anggota Exco yang sempat dipecat, yaitu La Nyalla Mattalitti, Robertho Rouw, Tony Aprilani, dan Erwin Dwi Budiawan, ke tubuh PSSI. Selain itu, La Nyalla kini diangkat menjadi wakil ketua umum PSSI.
Kesepakatan lainnya adalah perubahan statuta. Pada pasal 38 ayat 1, semula berisi bahwa Exco hanya dapat mengambil keputusan apabila dihadiri dua per tiga anggota. Pasal tersebut dirubah menjadi, Exco hanya dapat mengambil keputusan apabila dihadiri satu per tiga anggota.
Sedangkan enam anggota Exco yang memutuskan walkout saat KLB berlangsung, akan diskors hingga kongres selanjutnya.
Dengan adanya hasil tersebut, dapat dipastikan Indonesia terbebas dari sangsi FIFA dan AFC. [ded]
KOMENTAR ANDA