post image
KOMENTAR
RMOL. Pernyataan Abraham Samad bahwa dirinya mau dikudeta dari pimpinan KPK lewat kasus bocornya sprindik diyakini benar. Samad pasti merasakan adanya goyangan tersebut sebelum menyampaikan ke publik.

"Saya kira beliau tidak akan menyampaikan ketika tidak merasakan hal seperti itu," ujar anggota Komisi III DPR Sarifudin Sudding kepada Rakyat Merdeka Online, Jumat, (29/3/2013).

Sudding sendiri banyak mendengar informasi bahwa masih ada pihak-pihak yang belum menerima keberadaan Abaraham Samad sebagai ketua lembaga anti korupsi tersebut. Apalagi, dalam perjalanannya, KPK di bawah kepemimpinan Abraham Samad, berhasil mengungkap kasus-kasus besar.

"Boleh jadi. Karena pada masa Abraham Samad, kasus Century sudah dinaikkan dari lidik ke sidik. Walaupun masih di tahap deputi (Bank Indonesia). Tapi saya kira akan mengarah kepada pihak-pihak yang sudah disebutkan DPR dalam Paripurna," ungkap Sudding.

Tak hanya itu, pada masa kepemimpinan Abraham Samad ini, untuk pertama kali, menteri aktif dijadikan sebagai tersangka. Begitu juga top pimpinan di partai penguasa, ditetapkan sebagai tersangka. Partai lain juga kena, seperi Presiden PKS.

"Banyak pihak tidak merasa nyaman di bawah kepemipinan Abraham Samad. Maka akan mencari-cari (celah) untuk melemahkan dia," jelas Sudding. [rmol/hta]

Kegiatan Pengabdian FKM USU Sosialisasi Pemberdayaan Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) Melalui Inovasi Healthy Coconut Balm Untuk Meredakan Nyeri Haid Secara Alami Dan Pembentukan Komunitas Srikandi Bahari

Sebelumnya

Terima Audiensi RMOL Sumut, Rico Waas: Perlu Sinergitas untuk Sukseskan Pembangunan Medan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Peristiwa