MBC. Tampaknya PDI Perjuangan cukup geram dengan pernyataan anggota Komisi XI dari Fraksi Demokrat, Achsanul Qosasi.
Achsanul menyarankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) periode 2002-2004 Syafruddin Arsyad Temenggung bila serius ingin membongkar kasus Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Menurut Achsanul, Syafruddin A Temenggung adalah orang yang mengusulkan penerbitan SKL yang juga dikenal dengan release and discharge dengan recovery sebesar 20 persen, dan sisanya dianggap lunas.
''Sangat memalukan kalau itu yang ada di mindset politisi ini, seolah bisa membersihkan lumpur di wajahnya dengan melempar lumpur ke wajah orang lain. Ya gak mungkinlah, wajah yang berlumpur tetap saja berlumpur,'' sindir Ketua DPP PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira, beberapa saat lalu Selasa, (16/4/2013).
Andres cukup geram karena pernyataan Achsanul ini bisa menghubung-hubungkan Syafruddin dengan PDI Pernjuangan.
Anggapan sementara orang, Syafruddin Temenggung memiliki hubungan khusus dengan keluarga Teuku Umar, Presiden Megawati Soekarnoputri dan suaminya, Taufiq Kiemas yang kini adalah Ketua MPR RI. Hubungannya dinilai lebih dekat ke Taufiq Kiemas karena sama-sama kelahiran Palembang.
Andreas mengatakan bahwa rakyat sudah cukup cerdas untuk membaca pernyataan Achsanul ini. Rakyat juga bisa membedakan mana tindakan pemberantasan korupsi dan mana politik bersih wajah dari lumpur.
"Politik bersih wajah dari lumpur ini dengan lempar lumpur ke wajah orang lain," kata Andres seperti disiarkan Rakyat Merdeka Online. [ans]
KOMENTAR ANDA