post image
KOMENTAR
MBC.  Wali Kota Medan Rahudman Harahap mendampingi Prof Dr Mahfud MD saat memberi kuliah umum dengan tema ''Masa Depan Politik dan Penegakan Hukum di Indonesia'' di Universitas Katolik (Unika) St Thomas Sumatera Utara, Kamis (18/4/2013).

Dalam kuliah umum itu, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini mengingatkan hukum akan responsif apabila politik berjalan dengan baik.

Selain ratusan mahasiswa dan civitas akademika Unika St Thomas, kuliah umum ini turut dihadiri sejumlah pejabat Pemko Medan. Sebelum kuliah dimulai, Wali Kota saat memberi sambutan mengatakan, kedatangan Mahfud  perlu disyukuri. Sebab, dia merupakan ahli hukum dan tata negara yang sangat  hebat.

''Jadi dengan ilmu dan pengalaman yang dimilikinya, kita berharap Bapak Mahfud dapat menambah pengetahuan dan wawasan bagi para mahasiswa, terutama menyangkut masalah hukum dan ketatanegaraan. Karena itulah saya berharap kepada seluruh mahasiswa untuk memanfaatkan kuliah umum ini dengan sebaik-baiknya,'' kata Wali Kota.

Dijelaskan Wali Kota, sebenarnya dia ingin sekali membawa Mahfud untuk memberikan kuliah umum di berbagai perguruan tinggi lainnya.

Namun berhubung waktunya cukup singkat dan sangat padat sekali, makanya Mahfud hanya memberikan kuliah umum di Unika St Thomas.  Meski demikian Wali Kota menilai kehadiran mantan Menteri Pertahanan pada Kabinet Persatuan Nasional banyak memberikan manfaat, terutama bagi mahasiswa maupun tokoh-tokoh lintas budaya yang telah melakukan dialog sebelumnya.

Kehadiran Wali Kota langsung dimanfaatkan pihak rektorat untuk menyampaikan unek-unek terkait jalan masuk menuju kampus yang perlu diperbaiki. Di samping itu sekitar pintu masuk kampus yang berhadapan dengan Jalan Setia Budi dinilai agak kumuh, sebab ada warung  yang berdiri di atas parit dan trotoar jalan. Di samping itu ada lapak tukang temple ban yang dibuat ala kadarnya sehingga sangat mengganggu estetika.

Mendengar unek-unek itu, Wali Kota berjanji segera menindaklanjutinya.  

''Jalan alternatif yang menghubungkan Jalan Universitas dengan Jalan Jamin Ginting sudah kita beton. Sekarang jalan itu sudah bagus, sebelumnya lebih dari 25 tahun jalan alternatif tersebut dalam kondisi rusak. Jadi kenapa jalan menuju ST Thomas tidak bisa kita buat menjadi bagus,'' jawab Wali Kota disambut tepuk tangan ratusan mahasiswa dan seluruh civitas akademika yang menghadiri kuliah umum tersebut.

Sementara itu Prof Dr Mahfud MD  mengawali kualiah umumnya dengan mengupas terjadinya reformasi  di Indonesia tahun 1998.  Reformasi ditandai dengan demo dari  kampus yang akhirnya menjatuhkan pemerintahan oder baru. Dia menilai pergantian presiden ketika reformasi tidak dilakukan secara konstitusi melainkan secara cesar.

''Kondisi itu terjadi akibat hukum dan politik bekerja tidak seimbang,'' ungkap Mahfud. [ans]

KOMENTAR ANDA