MBC. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo merasa risih dengan kelakuan lembaga survei yang mencatut namanya dalam survei. Padahal survei itu digunakan untuk menaikkan popularitas figur lain menjelang pemilihan umum 2014.
"Kemarin dipolling disandingkan dengan ARB (Aburizal Bakrie), sekarang disandingkan dengan yang lain, tidak mengerti saya," gerutu Jokowi, panggilan Joko Widodo di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2013).
Jokowi mengaku tak pernah dikabari dirinya disurvei sebagai kandidat calon presiden.
"Yang dulu tidak dikasih tahu, sekarang juga tidak dikasih tahu, ya saya tidak mengerti. Saya tidak pernah mikir survei, tidak pernah mikir polling," imbuh dia.
Jokowi mengatakan tak mau namanya asal dicomot dan disandingkan dengan seorang elit. Untuk itu dia berharap ada etika yang digunakan lembaga survei. Paling tidak sekedar pemberitahuan terlebih dulu namanya digunakan dalam poling agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat
"Jadi kalau saya ditanya soal itu tidak kaget, ya kan. Yang dulu juga kaget saya," katanya sebagaimana disiarkan Rakyat Merdeka Online.[ans]
KOMENTAR ANDA