MBC. Ujian Nasional tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Negeri dan Swasta akan digelar mulai Senin hingga Rabu (6-8 Mei 2013) mendatang. Namun, sistem pendidikan yang "amburadul" masih jadi pembahasan hangat di kalangan masyarakat.
Setidaknya hal itu salah satu topik perbincangan usai senam massal bersama Menteri BUMN, Dahlan Iskan, pagi tadi di Lapangan Merdeka, Sabtu (4/5/2013).
Jelang siang, para pegawai dan pejabat BUMN terlihat masih duduk santai sambil mengobrol ringan.
Obrolan mereka membahas mengenai putra-putri mereka yang akan mengikuti UN SD dan MI.
"Semoga, senin nanti UN SD tidak bermasalah seperti pada UN SMA dan SMP," ujar Rusyida, Pegawai Pertamina Wilayah Sumbagut yang diamini beberapa rekan mereka yang ikut dalam pembicaraan itu.
Hal senada diungkapkan Yudhi Muryono. Dia menuturkan, hal pertama masyarakat harus berterimakasih kepada media massa yang membongkar borok UN yang carut-marut ini.
Menurutnya, Menteri Mendikbud, M Nuh harus segera dicopot dari jabatannya, karena dianggap tidak "becus" mengurus pendidikan di Indonesia. Baginya, tidak ada alasan soal-soal UN yang terlambat sehingga percetakan yang dikambing hitamkan.
"M Nuh harus legowo untuk turun dari jabatannya, masih banyak putra-putra terbaik bangsa yang mampu memangku jabatan itu," tegasnya yang disetujui rekan-rekannya.
Dikatakannya lagi, dari tahun 80-an hingga tahun 2013 ini, hanya tahun ini saja sistem pendidikannya amburadul, seharusnya pemerintah dapat memberi solusi yang terbaik contohnya, menggandeng 3-5 percetakan agar soal-soal UN itu dapat selesai tepat waktu.
Diketahui, sebanyak 43.084 siswa SD dan MI Negeri dan swasta akan melaksanakan UN pada Senin hingga Rabu (6-8 Mei 2013) mendatang. Ada 3 mata pelajaran yang akan diuji yakni, Senin, Bahasa Indonesia, Selasa, Matematika dan Rabu, IPA.
Sementara, untuk ujian susulan akan dilaksanakan 13 Mei hingga 15 Mei 2013. Adapun, jumlah pengawas untuk UN SD dan MI ini sebanyak 264 orang di 39 lokasi ujian. [ans]
KOMENTAR ANDA