post image
KOMENTAR
MBC. Setiap harinya, enam korban nyawa 'melayang' akibat kecelakaan lalu lintas di Sumatera Utara. Sementara untuk kecelakaan lalulintas, sedikitnya 24 kejadian per harinya.

"Terjadi 24 Laka Lantas dan 6 orang tewas setiap hari tanpa mengenal usia, kelamin, profesi maupun status sosial. Belum lagi yang mengalami luka berat, ringan termasuk jumlah kerugian materi," bilang Kapolda Sumut, Irjen Wisjnu Amat Sastro saat gelar pasukan OPS Simpatik Toba 2013 di Lapangan KS Tubun.

Karenanya, kata Kapoldasu, untuk menekan jumlah itu perlu langkah stratergis, terpadu serta sinergis.

"Laka lantas bukan karena nasib, tapi faktor manusia, kendaraan, jalan dan lingkungan. Dari empat faktor itu, didominasi akibat manusia yang diawali berbagai pelanggaran, tidak mematuhi hukum.''

"Beberapa waktu lalu kita telah menggelar kampanye keselamatan lalu lintas, agar pengguna kendaraan bermotor ataupun tidak, selalu mengutamakan faktor keselamatan," katanya.

Ops Simpatik, terangnya, akan digelar mulai besok (7/5) hingga 27 Mei mendatang.

Dalam operasi ini, pihaknya lebih mengedepankan tindakan preemtif melalui pendidikan dan penyuluhan lalu lintas, preventif melalui pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patroli didukung penegakan hukum seperti teguran tilang.

"Target ops ini, diharapkan dapat meningkatkan disiplin berlalu lintas, menekan tingginya angka kecelakaan yang mengakibatkan korban jiwa, luka berat dan ringan maupun kerugian material," ujarnya.

Kemudian, berkurangnya jumlah pelanggaran serta mengurangi kemacetan hingga terwujudnya opini positif Polri.

KapoldaSU menekankan, seluruh personil yang terlibat untuk memahami dan melaksanakan dengan baik, melakukan pendidikan lalu lintas, pencegahan meliputi penjagaan, pengaturan, pengawalan dan patroli, penegakan hukum non yustisial terhadap pelanggaran lalu lintas berupa teguran lisan maupun tertulis, menilang pelanggar lalu lintas yang berpotensi menimbulkan laka lantas dan kemacetan, menuntaskan laka lantas dan mengungkap kasus tabrak lari, serta jangan arogan, apalagi melakukan pungutan liar (pungli).

Saat itu, Kapolda juga menyematkan pita tanda operasi kepada tiga perwakilan, yakni TNI, Polri dan Dinas Perhubungan (Dishub). [mag1ans]

KOMENTAR ANDA