post image
KOMENTAR
Peringatan Hari Waisak 2557 B.E yang jatuh pada 25 Mei 2013 momentum penting bagi segenap umat Buddha untuk membersihkan diri dari sifat setan seperti keserakahan, ketamakan, kebencian dan kebodohan batin yang menjerumuskan diri dan orang lain.

Demikian disampaikan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Budha Indonesia (HIKMA BUDI), Adi Kurniawan dalam rilis yang diterima redaksi, Kamis (16/5/2013).

Dalam rangka menyambut datangnya hari raya WAISAK 2557 BE/2013 HIKMA BUDHI sempat menggelar aksi di Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Buddha, Kementerian Agama. Gerakan itu merupakan meditasi revolusi dan ritual pengusiran setan-setan koruptor.

"Kementerian Agama adalah salah satu lembaga negara yang mengurusi persoalan moral bangsa dan keagamaan. Sangat miris jika tindakan-tindakan yang bertentangan dengan kemoralan seperti tindakan korupsi terjadi di lembaga ini. Secara lebih khusus, dalam gerakan ini kami menuntut adanya sikap transparan dan keterbukaan dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha terkait pengelolaan dan penggunaan anggaran di lembaga yang bersangkutan," beber dia.

Meditasi revolusi merupakan sebuah gerakan moral untuk mengajak masyarakat khususnya umat Buddha menyelami diri, merefleksikan kembali makna Waisak dalam kehidupan sehari-hari dengan meneladani sifat dan sikap Guru Buddha yang welas asih, sederhana dan bijaksana.

"Korupsi adalah kajahatan masif yang menghancurkan sendi-sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, korupsi menimbulkan kemiskinan dan penderitaan bagi masyarakat banyak karena itu harus diberantas. Korupsi adalah sifat jahat dalam diri yaitu kebodohan, keserakahan, dan kebencian. Maka dari itu sifat-sifat tersebut harus dihilangkan dari diri pribadi setiap orang dengan mengembangkan kebijaksanaan, kesederhanaan dan kepuasan diri, sikap welas asih, rasa malu berbuat korup dan takut akan akibatnya," terangnya.

Melalui meditasi revolusi ini harap Adi, semua setan-setan koruptor dalam diri menyingkir terutama di lingkungan Kementerian Agama khususnya Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha.

"Gerakan ini juga merupakan reaksi atas sikap Ditjen Bimas Buddha yang mengabaikan permintaan dari kami terkait tranparansi penggunaan anggaran di Ditjen Bimas Buddha Kemenag," pungkasnya. [rmol/hta]

Komunitas More Parenting Bekerja Sama Dengan Yayasan Pendidikan Dhinukum Zoltan Gelar Seminar Parenting

Sebelumnya

Sahabat Rakyat: Semangat Hijrah Kebersamaan Menggapai Keberhasilan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Komunitas