post image
KOMENTAR
Partai kesejahteraan Sosial (PKS) tengah menghadapi cobaan berat. Para kadernya sedang diuji apalagi, dinamika politik saat ini sedang memanas dalam menjatuhkan lawan politik sehingga PKS yang terkenal solid dan partai dakwah itu menjadi sasaran empuk menerima fitnah.

Hal itu diungkapkan oleh Bendahara PKS Kota Medan, Diah Ulhayati kepada MedanBagus.Com, Minggu (19/5/2013).

"Wajar hantam-menghantam untuk menjatuhkan lawan politik. PKS dikenal partai yang tidak neko- neko jadi saya rasa itu yang dimanfaatkan pihak lain untuk menjatuhkan PKS," kata Diah yang juga sebagai caleg di Dapil Sumut 1 DPR-RI ini.

Menurutnya, kasus dugaan korupsi daging sapi impor yang menyeret Luthfi Hasan Ishaaq belum "final", kasusnya masih ditindak lanjuti oleh KPK namun, kasus tersebut malah tidak menjadi pengaruh apa- apa bagi partai sehingga, partai bulan sabit dan padi itu terus dicari kelemahannya oleh para pesaing politik.

Diah menambahkan, mengenai kasus Ahmad Fathanah hanya sebagai makelar bukanlah kader partai. Hal itu sudah jelas diakui fathanah dimedia sehingga menurut Diah, tidak perlu lagi PKS dicari-cari kesalahannya.

"Intinya, berbagai masalah yang tengah dihadapi PKS yang penting kadernya tetap solid, itu saja," tegasnya.

Baginya, hukum di Indonesia harus ditegakkan, kasus yang menimpa Partai Demokrat yang lebih memalukan malah sudah mereda sehingga, PKS yang malah menjadi sasaran empuk bagi orang- orang yang tidak senang dengan kesolidan para kadernya malah, PKS diisukan akan dibubarkan.

"Demokrat itu lebih parah kasusnya, kasus Hambalang, kasus korupsi Anas Urbaningrum hingga Walikota Medan non- aktif, Rahudman Harahap yang tersandung kasus korupsi di Tapsel tapi nggak ada tuh sampai dibubarkan, jadi kenapa PKS harus diobok- obok sehingga dibilang akan dibubarkan ketika ada masalah yang menerpa," ungkapnya dengan nada heran. [hta]

KOMENTAR ANDA