''Itulah UN, ibarat punya celana, tak punya baju tapi sudah menggantungkan dasi di lehernya,'' kata Shohibul Anshor kepada MedanBagus.Com, Selasa (21/5/2013).
Dia menilai, UN belum cocok diterapkan di Indonesia.
Jika hal ini terus dipertahankan, menurut dia, setiap tahun dapat diprediksi akan mengalami kasus yang sama. Bahkan, berpotensi mendapatkan masalah baru.
Dia bilang, UN itu sangat tidak prioritas. ''Tapi yang dibutuhkan sesungguhnya adalah standar yakni, apa yang menjadi tolok ukur dari pendidikan di Indonesia," tambahnya lagi.
Shohibul menilai, tuntutan mahasiswa sudah dianggap benar, dalam kasus ini Mendikbud, M Nuh harus bisa mempertanggung jawabkannya karena tuntutan itu sebenarnya deskriptif dari kasus-kasus yang terkait di dalamnya yang lebih faktual yakni, korupsi meskipun buktinya belum otentik.[ans]
KOMENTAR ANDA